Teror Kekerasan Renggut Nyawa Warganya, Kades Kaongke-ongkea Desak Polisi Bertindak Cepat

Oplus_131072

NARASITIME.com – Aksi kekerasan kembali merenggut nyawa seorang pemuda di Kabupaten Buton. Seorang warga Desa Kaongke-ongkea, Kecamatan Pasarwajo, Aldin Arfan Lasante (23), meninggal dunia usai mengalami penganiayaan berat dengan luka sayat benda tajam pada bagian muka dan leher. Peristiwa tragis ini terjadi di Jalan Poros Betoambari, Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari Kota Baubau, pada Senin (08/12/2025) malam.

Kejadian tersebut sontak menimbulkan kepanikan dan duka mendalam, khususnya bagi keluarga korban dan masyarakat Desa Kaongke-ongkea. Korban yang mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam itu sempat mendapat pertolongan, namun nyawanya tidak tertolong akibat parahnya luka yang diderita.

Menanggapi peristiwa berdarah tersebut, Kepala Desa Kaongke-ongkea menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mendesak aparat kepolisian agar segera bertindak cepat dan menangkap pelaku. Ia menegaskan bahwa kasus ini telah menimbulkan ketakutan serta keresahan di tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Ini bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, ini sudah menyentuh rasa aman warga kami. Kami berharap pihak kepolisian bertindak cepat, profesional, dan segera menangkap pelaku agar keadilan bagi korban dapat ditegakkan,” tegasnya kepada media ini, Selasa (09/12/2025).

Hazirudin yang juga sebagai keluarga korban menilai bahwa percepatan penanganan kasus yang menimpa warganya itu sangat dibutuhkan agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut sehingga dapat menemukan titik terang.

“Kasus ini sangat menyentuh rasa keadilan masyarakat. Kami berharap aparat kepolisian dalam hal ini Polres Kota Baubau segera bertindak tegas agar pelaku dapat segera dipertanggungjawabkan sesuai hukum yang berlaku,” harapnya.

Diketahui, sebelum meninggal, korban korban sempat dilarikan ke Unit Gawat Darurat dan mendapatkan perawatan intensif kurang lebih selama 2 jam di RS Palagimata Kota Baubau.

Menurut salah seorang kerabat yang tidak ingin disebut namanya, kabar nahas yang menimpa korban sempat membuat kaget pihak keluarga. Korban yang merupakan tulang punggung keluarga dikenal berprofesi sebagai seorang supir truk proyek.

“Informasi awal yang diterima pihak keluarga, katanya korban ini kecelakaan. Tapi pihak keluarga menduga ini kasus pembunuhan, apalagi infonya ada barang tajam ditemukan di lokasi jatuhnya korban,” ucapnya dikutip dari laman faktasultra.id.

Hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu hasil dari pihak kepolisian untuk mengetahui kronologi kejadian yang menimpa korban.

“Saat dievakuasi ke RS, kondisi korban sudah tidak merespon. Ada luka tidak wajar di area leher. HP korban pun saat ini belum ditemukan,” tambahnya.

Kepergian korban disambut dengan isak tangis keluarga, jenazah korban rencananya akan langsung dibawa ke rumah duka di desa Kaongkeongkea.

Pos terkait