Lobi Kementerian, Alvin Akawijaya Dorong Buton Jadi Episentrum Hilirisasi Aspal Nasional

NARASITIME.com, Jakarta – Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, SH terus melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat guna mendorong Kabupaten Buton menjadi pusat pengembangan hilirisasi Aspal Buton nasional. Langkah itu dilakukan melalui serangkaian pertemuan dengan kementerian dan lembaga terkait dalam Rapat Koordinasi Nasional Aliansi Pengembang Aspal Buton (ASPABI) di Hotel Ibis Styles BSD, 12–13 Mei 2026.

Forum tersebut menghadirkan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perindustrian, PT Sucofindo, pelaku industri, dan sejumlah pemangku kepentingan sektor Aspal Buton.

Dalam forum itu, Alvin melakukan lobi dan komunikasi langsung dengan jajaran kementerian terkait agar kebijakan hilirisasi Aspal Buton tidak hanya menitikberatkan pada penggunaan material, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi bagi daerah penghasil.

Bacaan Lainnya

“Kami mendukung penuh penguatan penggunaan Aspal Buton secara nasional. Tetapi kami juga berharap hilirisasi ini memberikan manfaat nyata bagi daerah penghasil, khususnya Kabupaten Buton, baik melalui investasi, penguatan industri pengolahan, maupun pembukaan lapangan kerja,” kata Alvin dalam keterangannya, Jumat, 16 Mei 2026.

Menurut Alvin, Aspal Buton merupakan sumber daya strategis nasional yang selama ini belum sepenuhnya memberikan dampak ekonomi optimal bagi masyarakat setempat. Karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan agenda hilirisasi nasional menjadi momentum kebangkitan ekonomi daerah.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Buton terus membangun koordinasi dengan pemerintah pusat agar investasi dan industri pengolahan Aspal Buton dapat tumbuh langsung di wilayah penghasil.

“Harapan kami, hilirisasi ini tidak berhenti pada penggunaan material semata, tetapi mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan memperkuat posisi Buton sebagai daerah industri Aspal nasional,” ujarnya.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar mengatakan pemerintah pusat memberi perhatian serius terhadap penguatan penggunaan dan hilirisasi Aspal Buton sebagai bagian dari agenda industrialisasi nasional.

“Asbuton memiliki posisi sangat strategis. Ini bukan hanya komoditas, tetapi aset nasional yang harus kita dorong menjadi kekuatan industri nasional dan memperkuat kemandirian material infrastruktur,” kata Roy.

Menurut Roy, pemerintah tengah memperkuat regulasi penggunaan Aspal Buton melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang penggunaan Asbuton olahan untuk pembangunan dan preservasi jalan periode 2026–2029.

Ia menyebutkan dalam regulasi tersebut pemerintah menargetkan penggunaan Aspal Buton mencapai 100 persen di wilayah Jawa dan Bali pada 2027, sedangkan wilayah lain ditargetkan sebesar 35 persen.

“Tapi saya meminta untuk Sulawesi kalau bisa 100 persen juga karena Aspal Buton berasal dari Sulawesi,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah pusat juga sedang menyusun rancangan peraturan presiden mengenai penggunaan Aspal Buton dari hulu hingga hilir untuk memperkuat ekosistem industri nasional berbasis Aspal Buton.

Pemerintah Kabupaten Buton menilai kebijakan tersebut menjadi peluang strategis untuk mendorong daerah itu menjadi episentrum hilirisasi Aspal nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah penghasil.

Pos terkait