NARASITIME.com – Ketua DPRD Buton Wa Ode Nurnia mengatakan tulisan “kemerdekaan Indonesia tahun 1945” dalam teks proklamasi yang ia bacakan berbeda dengan teks proklamasi yang ia bacakan sebelumnya dalam acara-acara kecamatan, sehingga ia membacanya menjadi “tahun 1985”.
Sehingga hal itu membuat politisi Partai Golongan Karya (Golkar) menjadi gugup hingga lupa membaca proklamasi “atas nama Bangsa Indonesia, Sukarno/Hata,”.
“Ini benar, salah saya, yang biasa saya baca di Kecamatan teksnya di ketik jelas di baca. Kalau yang ini asli, beda jauh dari yang biasanya saya bacakan,” ungkap Wa Ode Nurnia saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Wa Ode Nurnia mengaku, kesalahan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia tersebut murni merupakan dari dirinya karena mengaku tidak terbiasa dengan teks proklamasi aslinya.
“Tidak ada manusia yang sempurna, ini juga sering terjadi di daerah-daerah lain yang ada di Indonesia. Ndak apa-apa mau komen, apapun itu haknya. Suatu saat, hal yang sama mereka akan alami pula,” ujarnya.
“Biasa saja, seseorang kalau memang tidak simpati dengan kita, apapun yang kita lakukan sudah tak ada benarnya. Apalagi memang jelas kita salah. 🙏,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Buton, Wa Ode Nurnia salah membaca Teks Proklamasi Kemerdekaan pada saat Upacara Peringatan HUT ke-78 RI di Alun-Alun Takawa, Kompleks Perkantoran Pemkab Buton, Kamis (17/8/2023).
Hal tersebut spontan merusak suasana khidmat yang ada sejak upacara dimulai.





