Barangka dan Riuh Koli-Koli: Ketika 15 Desa Menyatu di Pesisir Buton

NARASITIME.com, Buton – Suasana pesisir Desa Barangka, Kecamatan Kapuntori, Kabupaten Buton berubah semarak ketika puluhan perahu koli-koli berjejer di tepian laut. Warga berdatangan sejak pagi, menyaksikan Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton yang mempertemukan 15 desa dalam satu perayaan budaya maritim.

Perahu koli-koli—alat transportasi laut tradisional masyarakat Buton—menjadi pusat perhatian dalam festival yang dipusatkan di Dermaga Desa Barangka, Sabtu (18/4/2026). Selain parade dan atraksi di laut, kegiatan juga diisi dengan pertunjukan budaya serta keterlibatan pelaku usaha mikro yang memanfaatkan momentum keramaian.

Bupati Kabupaten Buton Alvin Akawijaya Putra, SH mengatakan festival ini diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan sesaat, melainkan berkembang menjadi agenda rutin daerah. Menurut dia, kegiatan semacam ini penting untuk menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

Bacaan Lainnya

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya sukses hari ini, tetapi juga dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan pengembangan potensi daerah,” ujarnya.

Kepala Desa Barangka, Suharman, ST menilai festival tersebut menjadi langkah awal untuk menghidupkan lebih banyak kegiatan budaya di wilayahnya. Ia berharap Barangka dapat terus menjadi pusat perayaan yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi warga.

“Kegiatan seperti ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan,” kata dia.

Ketua koordinator kegiatan, Dian Budiman, menyebut tingginya partisipasi masyarakat sebagai tanda kuatnya ikatan warga terhadap budaya lokal. Menurutnya, festival ini tidak sekadar hiburan, tetapi juga ruang edukasi dan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan generasi muda.

“Kami sangat bersyukur melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi. Ini menunjukkan bahwa semangat untuk melestarikan budaya masih sangat kuat,” tuturnya.

Melalui festival ini, tradisi maritim Buton kembali dihidupkan di ruang publik. Riuh koli-koli di Barangka bukan hanya perayaan, melainkan juga penanda bahwa identitas pesisir tetap bertahan di tengah perubahan zaman.

Pos terkait