Di Tengah Tekanan Ekonomi, Syarifudin Saafa Serukan Persatuan dalam Halalbihalal Amantokua di Pasarwajo

NARASITIME.com, Buton — Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa, ST menyerukan pentingnya persatuan dan kepedulian sosial di tengah tantangan ekonomi saat menghadiri Halalbihalal keluarga besar Amantokua di pelataran Mushala Al Hadin, Lingkungan Lingge-Lingge, Kelurahan Pasarwajo, Kecamatan Pasarwajo, Minggu (12/4/2026).

Dalam tausiahnya, Syarifudin Saafa menekankan bahwa tradisi Halalbihalal bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang untuk memperkuat hubungan antar sesama serta membangun solidaritas sosial.

Bacaan Lainnya

“Halalbihalal adalah tradisi khas Indonesia yang harus terus dijaga. Ini menjadi sarana memperkuat persatuan dan kebersamaan, dari tingkat pusat hingga ke desa,” kata dia.

Ia mengingatkan, di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, semangat kebersamaan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan. Menurut dia, tingkat kemiskinan di Kabupaten Buton yang masih berada di kisaran 14 persen membutuhkan perhatian bersama.

“Kalau kita bersatu dan saling menopang, terutama di bidang ekonomi, maka berbagai persoalan bisa kita atasi bersama,” ujarnya.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk menumbuhkan sikap saling memaafkan dan menjauhi dendam. Ia menilai, menjaga hubungan baik antarsesama merupakan fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat.

“Memaafkan kesalahan orang lain akan mengangkat derajat kita di hadapan Allah. Dendam justru memutus silaturahmi,” kata Syarifudin Saafa.

Kegiatan Halalbihalal tersebut dihadiri keluarga besar Amantokua lintas generasi. Ketua panitia, Almagasing, mengatakan tradisi ini telah dijaga hingga generasi keempat sebagai bentuk komitmen merawat nilai kebersamaan dalam keluarga.

“Di sela kesibukan, Alhamdulillah Pak Wakil Bupati masih bisa hadir memberikan tausiah untuk mempererat silaturahmi dan ukhuwah keluarga besar kami,” ujar Almagasing.

Ia menjelaskan, Amantokua bukan nama individu, melainkan sebutan bagi sosok yang dituakan dalam keluarga. Tokoh tersebut bernama Langguli, yang menjadi simbol pemersatu dalam garis keturunan mereka.

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir, di antaranya anggota DPRD Kabupaten Buton Rahman Pua, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Ilham Habo Nibu, Camat Pasarwajo La Madi, Kabag SDM Polres Buton AKP Herman Mota, serta tokoh adat dan Parabela Pasarwajo.

Acara ditutup dengan doa bersama, sebagai harapan agar silaturahmi tetap terjaga dan semangat kebersamaan terus menguat di tengah masyarakat.

Pos terkait