Dari Mimbar Rakyat ke Nada Tinggi: Aktivis Baubau Soroti Dugaan Arogansi Legislator Saat Hadapi Demonstran

NARASITIME.com, Baubau — Sejumlah aktivis di Kota Baubau mengecam dugaan sikap arogan yang ditunjukkan seorang oknum anggota DPRD kota setempat dari Fraksi Partai Golkar saat menemui massa mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi pada Senin kemarin (20/4/2026).

Koordinator aktivis, Masfandi, menilai insiden tersebut mencederai prinsip demokrasi dan etika pejabat publik dalam merespons aspirasi warga. Menurut dia, mahasiswa yang menyampaikan pendapat di muka umum semestinya dilindungi, bukan dihadapi dengan sikap yang berpotensi intimidatif.

“Sebagai wakil rakyat, sudah sepatutnya anggota DPRD bersikap bijak, humanis, dan terbuka terhadap kritik. Dugaan arogansi ini sangat disayangkan dan tidak mencerminkan nilai-nilai demokrasi,” kata salah satu perwakilan aktivis dalam keterangannya yang diterima media ini, Selasa (21/4/2026).

Bacaan Lainnya

Ia menilai peristiwa itu berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif di daerah. Mereka juga menegaskan bahwa hubungan antara rakyat dan wakilnya di parlemen tidak boleh tercoreng oleh perilaku yang dianggap menjauh dari prinsip keterbukaan.

Karena itu, mereka mendesak Badan Kehormatan DPRD Kota Baubau segera memanggil dan memeriksa oknum anggota dewan yang dimaksud. Jika terbukti melanggar kode etik, aktivis meminta agar sanksi tegas dijatuhkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Masfandi mengingatkan, kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum telah dijamin dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Setiap tindakan yang mengarah pada pembatasan, tekanan, atau intimidasi terhadap demonstran, kata dia, tidak dapat dibenarkan.

“Aksi demonstrasi merupakan bagian dari kontrol sosial dalam negara demokrasi. Tidak boleh ada ruang bagi tindakan arogan dari pejabat publik terhadap rakyat yang menyuarakan aspirasinya,” ujarnya.

Ia berharap peristiwa ini menjadi perhatian bagi seluruh anggota DPRD di Baubau untuk menjaga etika, integritas, serta mengedepankan dialog konstruktif dalam menghadapi dinamika masyarakat.

Pos terkait