Gerak Cepat Polisi di Balik Malam Berdarah Wawoangi: Lima Pelaku Diamankan dalam Hitungan Jam

NARASITIME.com, Buton Selatan — Di tengah kepanikan yang pecah usai bentrok antar pemuda di Desa Wawoangi, Kecamatan Sampolawa, respons cepat aparat kepolisian menjadi penentu meredam situasi. Dalam hitungan jam setelah kejadian, tim Reserse Kriminal Polres Buton berhasil mengamankan sejumlah terduga pelaku, termasuk pelaku penikaman yang sempat melarikan diri.

Peristiwa penganiayaan yang terjadi pada Senin dini hari (20/4/2026), sekitar pukul 00.20 Wita itu bermula dari acara joget rakyat di lapangan voli Dusun Buku. Bentrokan antar kelompok pemuda dari Dusun Pagala dan Saumolewa tak terhindarkan menjelang berakhirnya acara, mengakibatkan tiga orang terluka, salah satunya anak di bawah umur yang mengalami luka tusuk.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Buton, AKP Sunarton Hafala, mengatakan pihaknya langsung bergerak begitu menerima laporan dari Polsek Sampolawa. “Kami tidak menunggu lama. Begitu informasi kami terima, tim langsung kami turunkan ke lokasi untuk melakukan langkah cepat pengamanan dan penyelidikan,” kata Sunarton yang diterima media ini, Selasa (21/4/2026).

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan bahwa kecepatan respons menjadi prioritas utama dalam menangani peristiwa yang berpotensi meluas. “Situasi seperti ini sangat rawan berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Karena itu kami bergerak cepat untuk mengamankan pihak-pihak yang terlibat dan menenangkan situasi di lapangan,” ujarnya.

Dipimpin langsung oleh Sunarton, tim Resmob Polres Buton bersama personel Polsek Sampolawa melakukan penyisiran di lokasi kejadian serta mengamankan sejumlah pemuda yang diduga terlibat maupun mengetahui peristiwa tersebut.

“Langkah awal kami adalah mengamankan dan memisahkan para pihak. Ini penting untuk mencegah bentrok susulan sekaligus memudahkan proses pemeriksaan,” kata Sunarton.

Dari hasil pemeriksaan intensif yang dilakukan hingga malam hari, penyidik berhasil mengidentifikasi sedikitnya lima orang yang diduga terlibat langsung dalam aksi penganiayaan. Polisi juga berhasil menangkap pelaku penikaman yang sebelumnya melarikan diri ke wilayah Kelurahan Lamangga, Kota Baubau.

“Pelaku utama yang menggunakan senjata tajam sudah kami amankan. Ini merupakan hasil kerja cepat tim di lapangan yang terus melakukan pengejaran dan pengembangan informasi,” ujar Sunarton.

Ia menambahkan, proses hukum akan dilakukan secara profesional dan transparan. “Kami memastikan setiap orang yang terlibat akan diproses sesuai perannya. Tidak ada yang kami tutupi, semua berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” katanya.

Menurut Sunarton, hingga saat ini penyidik masih terus mendalami keterlibatan pihak lain. Sejumlah pemuda masih diamankan untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan. “Kami terus mengembangkan kasus ini. Pemeriksaan belum berhenti, dan kami akan menelusuri semua kemungkinan keterlibatan,” ujarnya.

Sunarton juga menegaskan komitmen Polres Buton dalam menjaga keamanan wilayah. “Setiap kejadian yang berpotensi mengganggu kamtibmas akan kami respons cepat dan tegas. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami kepada masyarakat,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya kalangan pemuda, untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. “Kegiatan seperti joget rakyat seharusnya menjadi ajang silaturahmi, bukan justru berujung pada kekerasan. Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama,” ujar Sunarton.

Saat ini, tiga laporan polisi telah diterima terkait peristiwa tersebut. Sementara para korban masih menjalani perawatan medis. Polisi terus bekerja mengurai peristiwa itu—sebuah malam yang sempat memanas, namun cepat diredam oleh langkah sigap aparat.

Pos terkait