NARASITIME.com, Buton – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Buton memberikan edukasi pengurangan risiko bencana kebakaran kepada siswa SDN 1 Buton, Rabu (03/6/2026). Melalui kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan pada bahaya kebakaran, langkah-langkah penyelamatan diri, hingga praktik dasar memadamkan api dalam kondisi darurat.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah itu diikuti dengan antusias oleh para siswa. Selain menerima materi teori, mereka juga diajak mengenal berbagai peralatan yang digunakan petugas pemadam kebakaran saat bertugas di lapangan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buton, Alimani, mengatakan edukasi keselamatan kebakaran perlu ditanamkan sejak usia dini agar anak-anak memiliki pemahaman dasar mengenai risiko kebakaran dan cara menghadapinya.

Menurut dia, pendidikan mitigasi bencana tidak hanya penting bagi orang dewasa, tetapi juga bagi anak-anak yang kerap menjadi kelompok rentan saat terjadi keadaan darurat.
“Anak-anak perlu mengetahui bahaya api, cara mengantisipasinya, dan tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran. Dengan begitu mereka dapat menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya,” kata Alimani.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan profesi pemadam kebakaran kepada peserta didik. Melalui interaksi langsung dengan petugas, siswa dapat memahami tugas dan tanggung jawab pemadam kebakaran dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Dalam sesi praktik, petugas memperagakan cara penggunaan selang pemadam, nozzle, serta teknik dasar pemadaman api. Para siswa juga diperkenalkan dengan mobil pemadam kebakaran dan berbagai perlengkapan yang biasa digunakan saat menangani kebakaran maupun proses evakuasi korban.
Alimani menilai pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman seperti itu lebih mudah dipahami anak-anak. Selain memberikan pengetahuan baru, kegiatan tersebut juga mendorong tumbuhnya kesadaran akan pentingnya keselamatan sejak dini.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran, salah satunya dengan menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di rumah. Menurut dia, keberadaan APAR dapat membantu penanganan awal sebelum api membesar dan sulit dikendalikan.

“Kebakaran sering kali dipicu oleh korsleting listrik. Jika masyarakat memahami langkah-langkah penanganan awal dan memiliki APAR, risiko kebakaran besar bisa diminimalkan,” ujarnya.
Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung meriah. Para siswa tampak aktif bertanya dan mencoba simulasi yang dipandu petugas Damkar. Beberapa di antaranya terlihat antusias saat mendapat kesempatan memegang selang pemadam dan menyemprotkan air ke area simulasi.
Bagi Damkar Buton, edukasi semacam itu menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar keselamatan di tengah masyarakat. Melalui pengenalan sejak usia sekolah dasar, pemerintah berharap lahir generasi yang lebih tanggap terhadap risiko bencana dan memahami pentingnya pencegahan kebakaran.






