Alih-alih Menghilang di Tengah Polemik, Bupati Buton Pilih Temui Pedagang Pasar, Penambahan Kios Jadi Agenda Prioritas

NARASITIME.com, Buton – Di tengah polemik yang berkembang seiring aksi demonstrasi mahasiswa dan sejumlah pedagang di Kantor Bupati Buton, Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra memilih turun langsung ke Pasar Kaloko untuk menemui para pedagang dan mendengarkan aspirasi mereka secara langsung, Kamis (04/6/2026).

Didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Buton, Sadisu, Alvin mendatangi pasar yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat tersebut. Di lokasi, ia berdialog dengan pedagang yang menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga kebutuhan penambahan kios untuk menampung aktivitas perdagangan yang terus berkembang.

Saat tiba di Pasar Kaloko, Alvin mendapati adanya pemblokiran jalan yang dilakukan sejumlah pedagang sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Namun, alih-alih merespons dari balik meja kantor, ia memilih berbicara langsung dengan masyarakat guna mengetahui persoalan yang terjadi di lapangan.

Bacaan Lainnya

“Saya datang ke sini karena ingin mendengar langsung apa yang dirasakan para pedagang. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan solusi. Aspirasi seperti ini tidak cukup hanya disampaikan melalui laporan, tetapi harus dilihat dan didengar secara langsung,” kata Alvin.

Menurut dia, Pasar Kaloko memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat Buton. Karena itu, berbagai kebutuhan yang disampaikan pedagang harus menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Pasar adalah tempat masyarakat mencari nafkah. Ketika ada persoalan yang menghambat aktivitas mereka, maka pemerintah memiliki tanggung jawab untuk hadir dan mencari jalan keluar. Saya ingin memastikan bahwa suara pedagang didengar dan diperjuangkan,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, para pedagang menyampaikan kebutuhan penambahan kios yang dinilai mendesak karena kapasitas pasar saat ini sudah tidak lagi memadai. Menanggapi hal itu, Alvin menjelaskan bahwa pemerintah daerah tengah mengupayakan pembangunan kios tambahan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.

Ia mengakui kondisi fiskal daerah masih menghadapi berbagai keterbatasan. Namun, menurut dia, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan masyarakat.

“Kami memahami harapan para pedagang. Kondisi keuangan daerah memang sedang tidak mudah, tetapi pemerintah tetap berupaya mencari solusi yang realistis. Penambahan kios akan kami perjuangkan masuk dalam APBD Perubahan karena ini menyangkut kebutuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Alvin menegaskan, pengembangan Pasar Kaloko bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Kalau pasar tertata dengan baik, pedagang bisa berusaha dengan nyaman dan pembeli juga merasa lebih aman. Dampaknya tentu akan dirasakan masyarakat secara luas. Karena itu, penataan dan penambahan fasilitas pasar menjadi agenda yang kami prioritaskan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.

“Saya selalu percaya bahwa persoalan akan lebih mudah diselesaikan jika kita duduk bersama dan berdialog. Pemerintah tidak boleh menjauh dari masyarakat. Justru ketika ada persoalan, pemerintah harus berada di tengah-tengah mereka untuk mendengarkan dan mencarikan solusi,” kata Alvin.

Penjelasan tersebut mendapat respons positif dari para pedagang. Setelah berdiskusi bersama pemerintah daerah, mereka menyatakan memahami kondisi keuangan daerah dan menyetujui upaya penyelesaian kebutuhan kios melalui mekanisme APBD Perubahan.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Buton, Sadisu, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah-langkah teknis sebagai bagian dari proses perencanaan penambahan kios di Pasar Kaloko.

“Penambahan kios ini menjadi perhatian pemerintah daerah. Sesuai arahan Bupati, kami terus menyiapkan kebutuhan perencanaan agar program tersebut dapat segera direalisasikan setelah dukungan anggaran tersedia,” kata Sadisu.

Menurut dia, Pasar Kaloko merupakan salah satu pusat perdagangan penting yang perlu terus dikembangkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Kunjungan Alvin ke Pasar Kaloko menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah memilih pendekatan dialog dalam merespons berbagai aspirasi masyarakat. Di tengah polemik yang berkembang, ia memilih berada di tengah para pedagang, mendengar langsung keluhan mereka, dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Pos terkait