NARASITIME.com – Kades Barangka, Suharman ST buka suara soal Musda Ke-ll APDESI Buton dianggap tidak sah oleh Kades Wasampela La Karudini.
Suharman mengatakan, Kades Wasampela La Karudini tidak memiliki hak mengomentari hasil Musda Ke-ll APDESI yang digelar di Hotel Mira, Kota Baubau, pada Sabtu lalu (11/1/2025).
Bahkan ia menilai, Kades Wasampela selama ini tidak pernah menghadiri forum-forum APDESI, baik itu tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Kades Wasampela La Karudini itu adalah kepala desa yang tidak 1 kali pun hadir dalam forum-forum APDESI di tingkat kabupaten maupun di tingkat provinsi, bahkan tidak pernah berkontribusi terhadap organisasi ini,” katanya, Senin (13/1/2025) malam.
“La Karudini itu kades yang tidak pernah hadir dalam forum APDESI, entah itu di rapat kerja, rapat bulanan, maupun agenda-agenda APDESI di provinsi dia tidak pernah hadir,” sambungnya.
Apalagi kata dia, kesepakatan forum dalam Musda Ke-ll APDESI itu merupakan anggota APDESI dan itu telah disepakati bersama dalam forum.
“Jadi yang belum datang belum lah menjadi anggota APDESI, nanti akan dirapatkan internal kecamatannya masing-masing mau gabung APDESI atau tidak. Apalagi banyak juga Kepala Desa yang tidak hadir minta izin dan akan menyepakati hasil Musyawarah. Bahkan ada beberapa desa yang mengirimkan kontribusi kegiatan musyawarah itu lewat via transfer,” tutupnya.
Diberitakan, Kepala Desa (Kades) Wasampela, La Karudini menyebut terpilihnya Suharman, ST sebagai Ketua DPC APDESI Buton dianggap tidak sah.
Pasalnya, Musda Ke-ll APDESI yang dilaksanakan di Hotel Mira, Kota Baubau, pada Sabtu lalu (11/1) itu hanya dihadiri 34 kepala desa.
“Tidak sah, karena Musda APDESI pada hari Sabtu lalu hanya dihadiri 34 kepala desa,” ungkap La Karudini kepada media Narasitimem.com, Senin (13/1/2025).
Jumlah tersebut (34 kades -red), lanjut La Karudini tidak memenuhi persyaratan kuorum karena kurang dari 50 persen plus 1 total jumlah anggota APDESI Buton sebanyak 83 anggota.
Kades tiga periode ini menambahkan, selanjutnya pihaknya akan melakukan koordinasi dengan para kepala desa se-Kabupaten Buton guna membatalkan hasil Musda APDESI yang digelar dua hari lalu di Kota Baubau.





