Ayo Sukseskan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio

Sadam Sudin Sahi, SKM, Staf Puskesmas Wilayah Lasalimu.

NARASITIME.com – Sejak 2014 lalu, Pemerintah Republik Indonesia telah menerima sertifikat bebas polio dari badan kesehatan dunia (WHO). Sertifikasi bebas polio itu diantaranya hanya diberikan pada negara yang tidak ditemukan kasus polio baru selama tiga tahun berturut-turut. Meskipun demikian bukan berarti membuat kita lengah dan menurunkan upaya upaya pencegahan ditengah masyarakat. Seperti penyakit yg disebabkan oleh mikroorganisme lainnya, virus polio juga terus mengintai dan jika lengah bukan tidak mungkin kasus polio yang terjadi di Aceh, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten dan Papua beberapa waktu lalu, bakal terjadi juga di daerah ini.

Polio sendiri merupakan penyakit yang diakibatkan oleh virus yg menyerang sistem saraf sehingga mengakibatkan kelumpuhan seumur hidup. Virus polio ini dapat menyerang semua kelompok umur tanpa mengenal status terutama anak dibawa lima tahun. Penyakit ini sangat berbahaya sebab selain mengakibatkan kelumpuhan secara permanen, penyakit polio ini tidak bisa disembuhkan. Anak anak yang telah mengidap penyakit polio akan kehilangan separuh kebahagiaannya, tidak dapat beraktivitas secara normal, dalam jangka panjang dimungkinkan dapat menghambat capaian cita-citanya. Tentu semua kita berkepentingan untuk memastikan anak anak disekitar kita terus sehat dan terlindungi. apalagi saat ini, baik pemerintah pusat maupun daerah sedang fokus menata Indonesia emas di tahun 2045.

Bacaan Lainnya

Meskipun penyakit polio ini tidak bisa disembuhkan, kabar baiknya penyakit polio itu bisa di cegah dengan cara imunisasi. Karena itu pemerintah daerah kabupaten buton melalui dinas kesehatan sangat serius melakukan langkah pencegahan. Kongkretnya, pada kamis 18 Juli 2024 kemarin, Dinas kesehatan melakukan rapat koordinasi bersama stakeholder. Ini penting sebab keberhasilan program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio ini ditentukan oleh dukungan serius dari semua pihak. Apalagi pemerintah daerah menargetkan capaian Imunisasi Sebesar 95% dari semua anak berusia 0-7 tahun (7 tahun 11 Bulan 29 Hari). Sehingga tentu peran sektor terkait (Kepala Desa/Kelurahan, Kepala Sekolah, Ibu PKK, Darma Wanita) sangat diperlukan untuk mengingatkan sekaligus memastikan orang tua yg memiliki anak dibawa 8 tahun telah mendapat imunisasi polio.

Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Buton, Pemerintah Daerah telah menjadwalkan pelaksanaan PIN Polio sebanyak dua kali. Tahap pertama akan dilaksanakan pada tanggal 23 s.d 29 Juli 2024, dan tahap kedua akan dilaksanakan pada tanggal 6 s.d 12 Agustus 2024. Karena pentingnya Imunisasi Polio ini, diharapkan semua anak dibawa delapan tahun dapat menyelesaikan semua tahapan imunisasi tersebut. Selain imunisasi, kebersihan lingkungan dan asupan gizi penting pula untuk diperhatikan, sebab virus polio dapat ditularkan lewat makanan dan minuman yg terkontaminasi. Sehingga harapan kita, dengan adanya kolaborasi dan dukungan semua pihak itu, status buton bebas polio dapat terus dipertahankan, yang pada akhirnya ikut berkontribusi terhadap capaian nasional Indonesia Bebas Polio.

Oleh: Sadam Sudin Sahi, SKM (Staf Puskesmas Wilayah Lasalimu, Kabupaten Buton)

Pos terkait