NARASITIME.com, Buton – Menyambut bulan suci Ramadan yang penuh berkah dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra SH menghadirkan sebuah inisiatif yang penuh harapan bagi masyarakat. Dalam rangka meredakan keresahan masyarakat akibat harga bahan pokok yang semakin melonjak, Bupati Alvin meluncurkan program Pasar Murah yang diadakan di Lapangan Banabungi, Kecamatan Pasarwajo, pada Sabtu (28/02/2026).
Pasar Murah ini tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga sebuah langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Buton dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Buton Hasni, Forkopimda, serta berbagai pihak terkait lainnya, kegiatan ini menyajikan bahan pangan dengan harga yang jauh lebih terjangkau dari harga pasar.
Bupati Alvin dengan penuh semangat mengungkapkan bahwa pasar murah ini merupakan bagian dari upaya Pemda untuk menekan inflasi yang berpotensi melonjak saat permintaan bahan pokok meningkat di bulan suci Ramadan.

“Kami ingin masyarakat bisa merasakan kebaikan bulan Ramadan, dengan mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah, bahkan di bawah harga pasar,” ungkap Alvin dalam sambutannya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga yang lebih rendah, antara lain beras seharga Rp 57.000 per 5 kilogram, minyak goreng Rp 38.000 per 2 liter, telur ayam ras Rp 55.000 per rak, gula pasir Rp 15.000 per kilogram, terigu Rp 9.000 per kilogram, dan bawang merah Rp 30.000 per kilogram. Harga-harga ini memberikan diskon hingga Rp 5.000 dari harga pasaran yang biasa, sehingga masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan lebih ringan.
“Selain beras dan telur, kami juga menjual bawang merah, gula pasir, dan minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau. Misalnya, telur yang di pasar biasa harganya Rp 65.000 per rak, di sini kita jual hanya Rp 55.000. Bawang merah yang biasanya Rp 45.000, di pasar murah ini hanya Rp 30.000 per kilogram,” jelas Bupati Alvin.

Kehadiran pasar murah ini juga menjadi angin segar bagi warga yang merasa tertekan oleh kenaikan harga sembako menjelang Ramadan. Para warga antusias berbaris panjang sejak pagi, menanti kesempatan untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau. Bupati Alvin berharap bahwa kegiatan ini bisa meringankan beban ekonomi warga, terlebih setelah bencana pasar yang terbakar beberapa waktu lalu.
Kapolres Buton, AKBP Ali Rais Ndara, juga menegaskan bahwa pemantauan terhadap harga bahan pokok akan terus dilakukan melalui Satgas Pangan. Pemantauan ini tidak hanya mencakup harga, tetapi juga ketersediaan stok pangan yang harus terjaga.
“Kami akan memastikan tidak ada barang yang diperdagangkan secara tidak layak, seperti beras oplosan yang pernah kami temukan tahun lalu,” kata Kapolres Ali.

Kadis Ketahanan Pangan, La Lodi S.Pt M.Si, menyampaikan bahwa Pasar Murah ini merupakan langkah lanjutan dari operasi pasar yang telah dilakukan beberapa hari sebelum Ramadan.
“Kami telah menyiapkan 12 ton beras, dan beberapa komoditas lainnya. Semua ini dilakukan untuk memastikan pangan tetap terjangkau selama bulan Ramadan,” kata La Lodi.
Selain itu, Bupati Alvin juga mengapresiasi peran serta pihak swasta yang turut berkontribusi dalam pasar murah ini, seperti PT Putindo, WIKA, Indofood, Indomaret, Bank Sultra, dan Perum Bulog. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting dalam mengatasi tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Dengan adanya Pasar Murah ini, Bupati Alvin berharap bisa memberikan semangat dan harapan baru bagi masyarakat Buton. Semangat kebersamaan yang tercipta melalui dukungan berbagai pihak, diharapkan dapat mengurangi kesulitan yang dirasakan oleh warga, terutama menjelang bulan suci Ramadan yang penuh berkah.
“Semoga Pasar Murah ini menjadi salah satu cara kita semua untuk menyambut Ramadan dengan lebih ringan dan penuh kebahagiaan,” tutup Bupati Alvin.
Kegiatan Pasar Murah ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian Pemda Buton terhadap masyarakat, tetapi juga mengingatkan akan pentingnya sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi di tengah berbagai situasi sulit.







