NARASITIME.com – Pemilihan Ketua Umum KONI Kabupaten Bombana adalah kontestasi biasa. Tapi mendadak heboh karena disusupi isu-isu miring dan profokasi.
Ketua Pemuda Berani Bombana, Faisal Setiawan mengungkapkan telah berseliweran narasi-narasi provokatif dan tendensius menyudutkan salah satu calon jelang Musyawarah Olahraga Kabupaten luar biasa (Musorkablub).
“Banyak isu hingga tulisan sengaja digelindingkan jelang Musorkablub KONI Bombana. Pesannya cenderung memecah belah. Sungguh kehadirannya patut disayangkan, karena perkara itu mestinya tidak perlu hadir,” terang Faisal Setiawan.
Narasi negatif tersebut sengaja di framing, dibesar-besarkan demi menguntungkan satu pihak dan menyudutkan pihak lain.
Faisal menjelaskan pokok persoalan muncul ketika Bupati Bombana Burhanuddin, menyatakan diri untuk maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum KONI 2025-2029.
Munculnya Burhanuddin sebagai kandidat itu, mengakibatkan gelombang isu negatif muncul dan menyerang kredibilitasnya.
Tapi Ironisnya sambung Faisal, hadirnya isu miring itu terkesan menormal satu kandidat dan menyerang khusus pencalonan Burhanuddin.
Padahal kata Faisal, berdasarkan UU No 11 Tahun 2022 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, pencalonan seorang pejabat publik seperti Bupati, dibolehkan untuk jabat Ketua KONI.
“Burhanuddin adalah seorang kandidat yang memenuhi syarat dalam proses pemilihan itu. Pemilihan itu bersifat terbuka untuk umum. Dan Silahkan siapa saja untuk maju jadi kontestasi ketua umum KONI Bombana dan daftarkan diri ke panitia,” jelas Faisal.
Bahkan ada narasi yang berkembang menyebutkan adanya persaingan politik antara Burhanuddin dan “gurunya”. Padahal dalam kontestasi Musorkablub KONI Bombana, pertarungan dua figure adalah hal yang wajar atau lumrah dalam sebuah kontestasi.
“Hadirnya situasi ini mencerminkan adanya upaya politisasi untuk perkeruh suasana. Manas-memanasi dengan memainkan isu narasi murahan demi kepentingan tertentu. Ini yang mesti ditimang jelang pemilihan Ketua KONI Bombana kedepan,” terangnya.
Baik Burhanuddin maupun Iskandar, keduanya adalah figur berpengaruh. Seharusnya masyarakat atau cabang olah raga fokus pada visi dan misi mereka dalam memajukan olahraga di Bombana.
“Kita jangan terjebak dalam pertarungan yang dibumbui isu-isu murahan seperti itu,” ujar Faisal.
Menyinggung isu perkara kiasan Guru dan Murid, Faisal menegaskan itu sebagai bukti keberhasilan seorang mentor jika muridnya mampu menyaingi atau bahkan mengalahkannya.
Semoga proses pemilihan berjalan demokratis dan menghasilkan pemimpin yang terbaik bagi KONI Bombana.
“Biarkanlah kompetisi ini berjalan secara sportif, dan mari kita fokus pada substansi, bukan pada drama yang tidak perlu,” tutup Faisal.





