Menu Diduga Basi di Dapur MBG Buton, FORKOM Desak Satgas Tutup Sementara Dua Dapur

Oplus_131072

NARASITIME.com, Buton — Forum Komunikasi Mahasiswa dan Masyarakat Kabupaten Buton (FORKOM) mendesak Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buton untuk segera mengevaluasi kinerja pengelola dapur MBG di wilayah tersebut. Desakan ini muncul setelah adanya temuan dugaan makanan tidak layak konsumsi yang dibagikan kepada siswa.

Ketua FORKOM, Asis Diy, menyatakan pihaknya menerima laporan terkait menu yang diduga basi dan berbau dari dapur MBG di Lasalimu Selatan dan Awainulu. Menurut dia, temuan itu menimbulkan kekecewaan di kalangan orang tua siswa.

“Program MBG ini bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi siswa. Seharusnya prosesnya steril dan menunya mengikuti standar gizi nasional. Tetapi kenyataannya justru ditemukan makanan yang diduga tidak layak konsumsi,” kata Asis dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).

Bacaan Lainnya

Asis menilai pengawasan terhadap dapur MBG di daerah perlu diperketat. Ia meminta Sekretaris Daerah Kabupaten Buton selaku Satgas MBG daerah untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab di dapur tersebut.

Ia juga mendesak agar dapur MBG di Lasalimu Selatan dan Awainulu ditutup sementara sampai hasil evaluasi selesai. Menurut mereka, langkah serupa pernah dilakukan terhadap dapur MBG di wilayah lain di Buton beberapa waktu lalu.

“Jika memang terbukti terjadi kelalaian, maka kami meminta Satgas MBG merekomendasikan penutupan sementara dapur tersebut demi menjamin keamanan makanan bagi siswa,” ujar Asis.

Selain itu, FORKOM juga meminta para kepala SPPG dan petugas pengelola dapur MBG di seluruh wilayah Buton lebih ketat dalam mengontrol kualitas makanan sebelum didistribusikan ke sekolah.

Ia menegaskan, penerima manfaat program MBG adalah siswa, sehingga standar kebersihan, kualitas bahan, dan kandungan gizi makanan harus menjadi prioritas utama.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Menu yang disajikan harus benar-benar dipastikan aman dan bergizi sebelum sampai ke tangan siswa,” tutupnya.

Pos terkait