NARASITIME.com – Perumda Air Minum Tirta Takawa Buton memberikan klarifikasi atas pemberitaan terkait pemutusan instalasi dan pencabutan meteran air di Puskesmas Banabungi pada beberapa hari lalu.
Langkah tersebut dilakukan setelah Puskesmas Banabungi diketahui memiliki tunggakan selama beberapa bulan dengan nilai sebesar 8 jutaan, pada tahun 2023.
Namun ironisnya, pada tahun 2023 tersebut pihak Puskesmas Banabungi sebagian sudah melakukan pembayaran tunggakan namun belakangan diketahui uang tersebut tidak masuk dalam kas PDAM Unit Pasarwajo saat itu.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Takawa Buton Usman Samara mengaku tidak tahu menahu terkait dengan pemutusan dan pencabutan meteran air di Puskesmas Banabungi tersebut.
“Selama ini saya tidak pernah mengetahui bahwa di Puskesmas Banabungi sudah lama dilakukan pemutusan dan pencabutan meteran air. Nanti disaat Pak Bupati Buton melakukan Sidak baru saya mengetahuinya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Usman Samara mengatakan bahwa selama Kantor Pusat Perumda Air Minum Tirta Takawa Buton pindah di Pasarwajo pada bulan Juni 2024. Ia tidak pernah menerima laporan resmi dari pegawainya terkait dengan pemutusan dan pencabutan meteran air di Puskesmas Banabungi.
Ia sangat menyayangkan pihak PDAM Unit Pasarwajo yang ketika saat itu, langsung melakukan tindakan penutupan dan pencabutan meteran air di Puskesmas Banabungi tanpa harus melakukan pendekatan persuasif terlebih dahulu.
Terlebih lagi, puskesmas merupakan instansi vital dan untuk menentukan kualitas kinerja di puskesmas, salah satu yang menjadi standar pelayanan itu adalah ketersediaan air. Harusnya sesama mitra kerja pemerintah daerah, persoalan tersebut mengedepankan komunikasi yang baik.
Kata dia, usai di Sidak oleh Bupati Buton, saat itu juga ia langsung memerintahkan anggotanya untuk segera turun lapangan melakukan pemasangan meteran air di Puskesmas Banabungi.
Usman menambahkan, kedepan jika ditemukan ada oknum pegawainya yang melakukan berbagai kecurangan untuk menguntungkan diri sendiri, maka ia akan menindak dengan tegas oknum pegawainya tersebut.
“Itu sudah menjadi komitmen saya, meskipun saya juga bukan orang suci dan bersih, tapi saya berusaha bagaimana pegawai di Perumda Air Minum Tirta Takawa Buton ini agar jangan melakukan hal-hal yang sifatnya tidak ada koordinasi, itu tidak bagus dan itu saya tidak pandang bulu, tetap saya akan proses dan memberikan sanksi yang tegas,” tegasnya.
“Kalau saya bekerja dengan cara-cara monoton, itu jelas kita tidak bisa menuju kearah yang lebih baik lagi, kita hadir disini untuk merubah pandangan Perumda Air Minum Tirta Takawa Buton kearah yang lebih baik, termaksud didalamnya adalah sumber daya manusianya,” sambungnya.
Demi menyemangati karyawannya tersebut, dari bulan Januari 2025, ia memberikan kenaikan gaji sebagai bentuk penghargaan atas kinerja dan dedikasi mereka dengan harapan dapat meningkatkan motivasi dan kerja karyawan demi kepuasan pelanggan.
“Untuk memotivasi mereka, kemarin di tahun anggaran 2025 ini saya sudah naikan gaji mereka. Dimana sebelumnya sudah kurang lebih sudah 10 tahun gajinya mereka tidak pernah naik. Harapannya mereka lebih bekerja lagi lebih maksimal,” katanya.
Usman juga menekankan pentingnya meningkatkan disiplin, tanggung jawab, dan semangat kerja bagi seluruh karyawannya. Ia menyebutkan bahwa disiplin pegawai masih menjadi perhatian serius.
“Salah satu misi kami di perusahaan ini adalah bagaimana menegakan kedisplinan pegawai, utamanya bagaimana hubungan kita dengan pelanggan dan ini sudah menjadi komitmen saya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan,” tandasnya.





