Ketika Aspal Buton Masuk Agenda Besar

Aspal Buton, (Ist).

NARASITIME.com, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan pembangunan 13 proyek hilirisasi tahap kedua senilai Rp116 triliun di sejumlah wilayah Indonesia. Di antara deretan proyek energi, mineral, dan pertanian itu, pengembangan Aspal Buton muncul sebagai bagian dari upaya pemerintah mendorong pemanfaatan sumber daya lokal yang selama ini kurang optimal.

Peresmian dilakukan di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis, 30 April 2026. Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan hilirisasi menjadi strategi utama pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah dan memperkuat fondasi ekonomi nasional. “Hilirisasi adalah jalan satu-satunya untuk kita bisa lebih makmur,” ujarnya, seperti dikutip dari laman CNBC Indonesia.

Proyek Aspal Buton digarap oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Fasilitas pengolahan dikembangkan di Karawang, Jawa Barat, dengan target peningkatan pemanfaatan dari sekitar 5 ribu ton pada 2025 menjadi 300 ribu ton pada 2030.

Bacaan Lainnya

Selama ini, kebutuhan aspal nasional masih banyak dipenuhi dari impor. Pemerintah menilai pengembangan Aspal Buton dapat menjadi alternatif untuk menekan ketergantungan tersebut, sekaligus menggerakkan ekonomi di daerah penghasilnya di Sulawesi Tenggara.

Masuknya Aspal Buton dalam agenda hilirisasi mencerminkan pergeseran pendekatan pemerintah terhadap komoditas lokal—dari sekadar bahan mentah menjadi produk bernilai tambah. Namun, efektivitas proyek ini akan bergantung pada konsistensi implementasi, kesiapan industri pendukung, serta daya serap pasar domestik.

Di luar proyek Aspal Buton, pemerintah juga meresmikan sejumlah proyek lain, mulai dari pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME), pembangunan fasilitas baja berbasis nikel, hingga hilirisasi komoditas perkebunan. Pemerintah menyebut proyek-proyek ini akan terus bertambah dalam beberapa tahap ke depan sebagai bagian dari strategi industrialisasi jangka panjang.

Pos terkait