Dorong Pemanfaatan Aspal, Bupati Buton Siapkan Strategi Jadi Marketing Kenalkan Potensi Asbuton

NARASITIME.com – Sumber daya alam Aspal di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, namun harus diakui hingga saat ini pengelolaannya belum dilakukan secara baik.

Sejak dilantik menjadi Bupati Buton pada tanggal 20 Februari 2025 lalu bersama wakilnya Syarifudin Saafa, ST, Alvin Akawijaya Putra, SH telah memiliki tekad untuk mempromosikan penggunaan Aspal Buton.

Anak dari anggota DPR RI dan mantan Gubernur Sultra dua periode ini, nampak telah beberapa kali berbicara dalam forum-forum resmi nasional mengenai potensi produksi Aspal Buton.

Bacaan Lainnya

Guna mendukung peningkatan penjualan Aspal Buton di dalam negeri, Alvin Akawijaya Putra menyampaikan bahwa ia telah membangun komunikasi dengan Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka.

“Saya telah berbicara dengan Puang, Pak Gubernur kita Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, makanya sering sekali ke Kendari, Insyaallah beliau (Gubernur Sultra -red) akan membantu kita,” ucap Alvin Akawijaya Putra, usai menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pihak Perusahaan tentang Penggunaan Jalan Umum untuk Pengangkutan Aspal di Aula Kantor Bupati Buton, Rabu (18/6) kemarin.

Meski saat ini penggunaan Aspal Buton baru sebatas di Kabupaten Buton dan Buton Utara, selaku pimpinan di daerah, Alvin Akawijaya Putra berkomitmen akan terus memasarkan Aspal Buton ke level nasional maupun internasional.

“Memang itu sudah menjadi tugas saya sebagai Bupati untuk mencoba memarketkan sumber daya alam, khususnya Aspal Buton,” katanya.

Kontribusi Aspal Buton Terhadap Daerah

Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra menilai bahwa saat ini kontribusi Aspal Buton terhadap daerah sangat minim sekali. ” Jujur sangat minim sekali, pertama minat Aspal itu tidak setinggi nikel,” tuturnya.

Kata dia, Aspal alam merupakan jenis alami yang secara spesifik banyak ditemukan di Pulau Buton. Aspal jenis ini hanya bisa ditemukan di dua wilayah di dunia. Satunya, di Trinidad, Amerika Selatan.

“Ini hasil alam yang alami, asli pemberian dari Tuhan dan ini hanya dimiliki dua daerah di dunia ini, Buton dan Trinidad, makanya tahun 1984 Buton sangat terkenal dengan aspal nya, makanya saat dulu Belanda sudah mengetahui bahwa potensinya ini Aspal Buton sangat besar sekali,” ungkapnya.

“Di Trinidad itu bentuknya beda dengan kita, kalau kita bentuk aspalnya keras seperti batu, kalau di Trinidad bentuknya seperti aspal danau dan agak berminyak. Bahkan menurut saya bagusan yang batu, gak perlu di miks lagi sama batu gamping untuk ditebar di jalan,” sambungnya.

Lebih lanjut dikatakan, Aspal yang dimiliki oleh Buton merupakan jenis Aspal yang sudah tidak ada duanya di dunia. “Makanya China suka sekali dengan Aspal kita. Cuman kan sangat disayangkan kalau China hanya membeli barang mentah,” ujarnya.

Hilirisasi Aspal Buton dan Political Will

Kabupaten Buton sebagai salah satu daerah yang kaya akan sumber daya alam, khususnya di sektor pertambangan memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap daerah dan perekonomian masyarakat.

Pengelolaan Aspal Buton setelah Indonesia merdeka terjadi pada tahun 1955 sempat jaya karena berada di bawah Jawatan Jalan-jalan dan Jembatan Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga yang merupakan hasil nasionalisasi terhadap perusahaan Belanda.

Sehingga, pada tahun 1961 dibentuklah Perusahaan Aspal Negara (PAN) untuk pengelolaan Aspal Buton. Pada tanggal 30 Januari 1984, PAN berubah menjadi PT Sarana Karya (Persero).

Menjadi pertanyaan besar kita semua, mengapa dengan besarnya potensi Aspal tersebut masih belum bisa mendatangkan pendapatan bagi daerah maupun kesejahteraan masyarakat?

Jawaban yang paling mungkin untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah adanya kepentingan pribadi maupun kelompok.

Namun, sebagai bentuk kepastian sebagai pemimpin daerah, Alvin Akawijaya Putra akan terus memperjuangkan mempromosikan Aspal Buton guna sebagai tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan pemerataan pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Buton.

“Saya sudah bicarakan itu dengan Pak Gubernur dan Pak Gubernur sangat welcome sekali. Beliau juga Insyaallah akan berkomunikasi juga dengan teman-teman gubernur lainya untuk mencoba mempromosikan Aspal Buton,” katanya.

“Saya pun, kemarin dari APKASI juga berbicara dengan beberapa teman-teman bupati dari Jawa dan bahkan Bupati Penajam Paser Utara tertarik dengan Aspal Buton dan ingin berkunjung ke Buton, namun beliau lagi kedatangan BIN dari pusat sehingga beliau tidak jadi datang. Intinya banyak yang minat dengan Aspal kita,” tukasnya.

Pos terkait