NARASITIME.com – Calon Bupati dan Wakil Bupati Buton nomor urut 6 Alvin-Syarifudin berkomitmen jika terpilih menjadi Bupati Buton akan segera menuntaskan proyek jalan Kabungka-Lawele.
Hal itu disampaikan langsung oleh calon Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa, ST. MM dalam acara debat perdana Pilkada Buton pada Sabtu malam (02/11/2024).
Sebelumnya, dalam sesi tanya jawab dan argumentasi antar paslon, pasangan dengan akronim AS ini menanyakan tujuan hutang daerah sebesar Rp 40 milyar yang digunakan untuk pembangunan jalan Kabungka-Lawele di zaman pemerintahan La Bakry saat menjabat Bupati Buton.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Calon Bupati Buton nomor urut 2 La Bakry mengungkapkan pinjaman daerah yang dialokasikan untuk membuka jalan Kabungka-Lawele saat masa pemerintahannya dulu tujuannya untuk mempersiapkan infrastruktur penunjang saat Aspal Buton nantinya menjadi lokomotif pergerakan pertumbuhan perekonomian daerah.
“Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah ketika aspal nanti menjadi lokomotif dan pelabuhan Banabungi tidak bisa lagi digunakan karena dalam undang-undang pertambangan pelabuhan tambang itu tidak boleh dalam kota sehingga kita alihkan ke lawele,” ujarnya.
Kendati begitu menurutnya, untuk membuka akses jalan Kabungka-Lawele ini dibutuhkan anggaran yang cukup banyak salah satunya melalui pinjaman daerah, tidak cukup hanya dianggarkan melalui APBD Buton yang sangat terbatas.
La Bakry meyakini persiapan infrastruktur penunjang seperti jalan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.
“Ketika aspal dibawa dari Kabungka ke lawele itu akan dibuatkan jembatan timbang sehingga setiap pemuatan aspal dari Kabungka ke lawele sebagai satu-satunya pelabuhan, maka itu akan mendorong pendapatan asli daerah dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Menanggapi jawaban dari La Bakry tersebut, Sarifudin Saafa mengatakan tidak ada larangan untuk melakukan pinjaman daerah atau berhutang, namun harus melalui perhitungan yang matang dan harus jelas manfaatnya untuk masyarakat.
“Berhutang boleh, ya tapi harus di hitung hitung untuk apa? Dan terkait jalan dari Lawele ke Kabungka Alvin-Syarifudin bertekad akan menyelesaikan jalan tersebut. Kenapa? Kami sudah berbicara dengan bapak Ali Mazi, anggota DPR RI untuk membantu pembangunan infrastruktur di Kabupaten Buton,” ujarnya.
“Jadi terkait dengan masalah hutang, ini bukan masalah boleh atau tidak boleh tapi untuk apa dan dimanfaatkan apakah sebaik-baiknya, jangan sampai juga menimbulkan persoalan hukum karena tidak selesai-selesai proyek tersebut,” pungkasnya.





