Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra Dukung Penuh Program Makanan Bergizi Gratis

“Kami akan berkolaborasi dengan semua pihak dan berupaya semaksimal mungkin untuk mendorong program ini agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Buton, terutama dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas gizi anak-anak,” kata Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra.

NARASITIME.com – Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, SH menghadiri sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Anggota Komisi IX DPR RI, H. Ahmad Safei, S.H., M.H., dan Badan Gizi Nasional Republik Indonesia di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Senin (17/3).

Dalam sosialisasi tersebut, Alvin Akawijaya Putra menyatakan kesiapan daerahnya dalam mendukung implementasi program ini.

Bacaan Lainnya

“Kami akan berkolaborasi dengan semua pihak dan berupaya semaksimal mungkin untuk mendorong program ini agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Buton, terutama dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas gizi anak-anak,” kata Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra.

Program MBG menargetkan berbagai kelompok sasaran, termasuk peserta didik di semua jenjang pendidikan, santri di pesantren, serta ibu hamil dan anak balita. Dengan adanya program ini, diharapkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Buton semakin meningkat menuju Indonesia Emas.

Sebelumnya ditempat yang sama, Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menyampaikan bahwa perhatian Presiden saat ini tertuju pada kesehatan anak-anak, khususnya dalam pemenuhan gizi.

“Presiden melihat kondisi yang terjadi pada anak-anak kita, terutama dalam aspek kesehatan, sehingga beliau memikirkan bagaimana memberikan asupan gizi yang lebih baik. Di daerah, stimulus juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus membuka lapangan pekerjaan. Selain itu, ada juga program koperasi,” ujarnya.

Gubernur menambahkan bahwa pembangunan dapur umum menjadi salah satu upaya strategis untuk mendukung program tersebut. “Target kita adalah membangun 200, dan untuk tahun ini ditargetkan 57 dapur. Dari jumlah itu Saya akan membangun 25 dapur dan dapur ini harus beroperasi tanpa mencari keuntungan,” tegasnya.

Ia juga menekankan peran kepala daerah dalam menyukseskan program ini. “Jika saya membangun 25 dapur, maka bupati dan wali kota harus membangun 32 dapur. Ini merupakan peluang bagi kepala daerah. Peluang ini silakan dimanfaatkan, dan pegawainya nanti akan saya serahkan kepada bupati dan wali kota,” pungkasnya.

Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional, Brigjen TNI (Purn) Sarwono, B.Sc., S.I.P., PSC., menjelaskan tugas dan fungsi Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait peningkatan kualitas gizi masyarakat. Ia menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari strategi nasional dalam mengatasi permasalahan gizi, terutama stunting, di Indonesia.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR-RI Dapil Sultra, H. Ahmad Safei, S.H., M.H., menyoroti kebutuhan Sulawesi Tenggara terhadap dapur umum untuk mendukung program ini. “Sultra membutuhkan 57 dapur umum tahun ini, namun saat ini baru tersedia empat. Program ini adalah inisiatif Presiden yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga saya berharap seluruh daerah dapat melihat peluang ini dan tidak melewatkannya,” ujarnya.

Pos terkait