NARASITIME.com – Ketua Bapilu Wilayah Kepulauan DPD l Partai Golkar Sultra Abu Hasan menyampaikan pergantian Hariasi Salad, SH sebagai Ketua DPRD Kabupaten Buton telah memenuhi proses dan mekanisme peraturan partai.
Kata dia, proses pergantian Hariasi Salad sudah memenuhi semua tahapan yang ada. Sehingga, DPP Partai Golkar dengan segala pertimbangan memutuskan pencopotan Ketua DPRD Buton.
“Tentu, itu semua berdasarkan acuan konstitusi dan peraturan keorganisasian yang ada di Partai Golkar. Karena ini surat sudah keluar dari DPP, maka ini merupakan keputusan tertinggi organisasi yang harus dipatuhi oleh seluruh jajaran struktur partai yang ada dibawahnya,” ungkapnya, Kamis (30/3/2023).
“Jadi karena surat itu merupakan keputusan tertinggi dari partai dan struktur tertinggi Partai Golkar, maka tidak ada pilihan lain kecuali harus diamankan dan harus dijalankan,” sambung Abu Hasan.
Lebih lanjut disampaikan, secara organisatoris semua tahapan pergantian Hariasi Salad prosesnya tidak ada yang dicederai. Apalagi, mereka yang ditugaskan oleh partai untuk menjadi anggota legislatif karena kelima anggota fraksi Golkar tetap menjadi anggota DPRD.
“Ketua DPRD itu kan hanya tugas tambahan dari partai. Oleh karena itu, ketika saya berada di DPP, saya disampaikan pesan untuk semua struktur dan jajaran partai, terutama yang menjadi anggota fraksi untuk mengamankan dan menjalankan keputusan itu,” tuturnya.
“Toh ini juga adalah ketua transisi. Transisi sisa masa bakti yang waktunya kurang lebih dari satu tahun lagi akan berakhir. Jadi, tidak ada yang harus dipolemikkan. Namun, kalau ada polemik ditingkat kabupaten, maka Ketua DPD ll Pak Bakry harus turun menyelesaikan,” tambahnya.
Apalagi, lanjut Abu Hasan Partai Golkar merupakan salah satu partai besar yang memiliki sistem, struktur, mekanisme dan bahkan memiliki kultur sendiri yang membedakan dengan partai-partai politik lainnya yang ada di Indonesia.
“Inilah yang harus dijaga oleh seluruh kader, jangan sampai kita berhadapan dengan sistem, berhadapan dengan struktur dan berhadapan dengan mekanisme karena pasti partai akan mengambil tindakan dan langkah-langkah organisatoris bagi yang melakukan pembangkangan dan tidak patuh terhadap keputusan DPP,” tegasnya.
Sehingga untuk tetap menjaga solidaritas sesama kader, mantan Bupati Butur periode 2015-2020 itu mengingatkan kepada seluruh kader partai berlambang pohon beringin di Buton untuk solid pada satu komando.
Abu Hasan juga mengingatkan kader agar fokus pada konsolidasi organisasi, konsolidasi program dan konsolidasi personalia untuk menghadapi Pilcaleg sebagai pintu masuk Pilkada 2024 mendatang.
“Semua harus mengkonsolidasikan diri kepada hal-hal yang sifatnya untuk kepentingan organisasi dan kepentingan kader dalam waktu jangka panjang,” katanya.
“Sekali lagi ini masa sangat transisional karena waktu yang dilewati itu jauh lebih panjang dibanding dengan waktu yang kita hadapi yang sudah begitu pendek. Energi, waktu dan pikiran kita tidak boleh kita habiskan untuk hal-hal yang sifatnya tidak memberi efek positif bagi Golkar terutama dalam menghadapi Pilcaleg dan Pilkada,” tambahnya lagi.
Dalam kesempatannya itu, Abu Hasan juga kembali meminta kepada semua kader partai dan caleg untuk menambah maupun mempertahankan kursi di dapilnya masing-masing sehingga nanti kedepan fraksi Partai Golkar dapat mempertahankan posisi yang didapat dalam Pilcaleg 2019 lalu sebanyak lima kursi.
“Artinya kalau itu dapat terwujud kita memiliki satu pintu yang permanen untuk mencalonkan sendiri kepala daerah tanpa harus lagi berkoalisi dengan partai lain. Oleh karena itu, abaikan hal-hal maupun dinamika organisasi yang sudah berlalu,” harapnya.
“Anggap itu semua sudah berlalu dan mari kita konsentrasikan diri untuk melalukan konsolidasi, merapatkan barisan, menyatukan pikiran, tenaga dan waktu serta segala sumber daya untuk kemenangan Partai Golkar, baik Pilcaleg maupun di Pilkada,” tukasnya.





