Rekomendasi PDI-P untuk Pilkada Buton Diperebutkan 5 Peminat

Farid Bachmid.

NARASITIME.com – Lima pendaftar bakal calon Bupati dan wakil Bupati Buton bersaing ketat mendapatkan rekomendasi dari Dewan Pengurus Pusat PDI Perjuangan

Demikian diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI)Perjuangan, Farid Bachmid, SH saat ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Lantai I, Kantor DPRD Buton, Senin (29/4/2024).

Farid Bachmid mengungkapkan, lima bakal calon Bupati dan wakil Bupati Buton tersebut adalah Drs La Bakry M.Si, Ledrik Viktor Mesak Takandean, S.H., MH, H. La Ode Nane, Hariasi Salad, SH dan Karim, SH.

Bacaan Lainnya

“Tiga diantaranya mendaftar sebagai calon Bupati Buton. Mereka adalah Ketua Partai Golkar Buton, Drs La Bakry M.Si. Kepala Kejaksaan Negeri Buton, Ledrik Viktor Mesak Takandean, S.H., MH dan H. La Ode Nane,” ungkapnya.

“Sementara dua lainnya merupakan kader partai PDIP. Mereka mendaftar sebagai wakil Bupati Buton, yaitu Karim, SH dan Mantan Ketua DPRD Buton, Hariasi Salad, SH,” sambungannya.

Farid Bachmid menjelaskan, PDI Perjuangan membuka pendaftaran sejak 1-25 April 2024. Penjaringan ini sesuai dengan rapat DPC se- Sulawesi Tenggara bersama desk Pilkada DPD PDI Perjuangan Provinsi.

“Dan DPC PDI perjuangan sudah melakukan rapat pleno penetapan dan tanggal 2 Mei ini langsung kami antar di desk pilkada DPD Provinsi,” Ujarnya.

Lanjut, Farid anggota DPRD yang kembali dipercaya menjadi perwakilan rakyat periode 2024-2029 ini menjelaskan setelah diserahkan ke Desk Pilkada DPD PDI Perjuangan Provinsi, lalu DPD menjadwalkan assesment dan fit and proper test dari seluruh calon yang ada. Baik Kabupaten Buton dan seluruh DPC se-Sulawesi Tenggara.

“Jadwal setelah ditetapkan di Desk Pilkada DPD PDI Perjuangan Provinsi maka kami akan meneruskan kepada calon yang akan melaksanakan assesment dan fit and proper test,” Jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan nantinya keputusan rekomendasi atau SK siapa yang memakai perahu dari PDI Perjuangan untuk calon Bupati dan wakil Bupati Buton ditentukan oleh DPP Pusat berdasarkan hasil survei.

Terkait waktu pelaksanaan survei ini, Farid belum mengetahui karena hal itu merupakan keputusan DPP PDI Perjuangan.

Sebagai Partai yang menyumbang dua kursi di DPRD Buton, nampak PDI Buton belum bisa berbicara banyak tentang koalisi. Hanya saja, Farid menjelaskan soal koalisi, yang pasti kader PDI yang mendaftarkan diri sebagai kontestan ada dua orang sebagai wakil bupati.

“Terkait dengan calon Bupati tentu Pak Bakry sudah mengantongi Golkar. Ketua DPC Golkar empat kursi. Kemudian juga pak Ledrik ini sudah beberapa partai politik yang telah di komunikasikan dan La Ode Nane juga demikian. Sudah beberapa partai yang di komunikasikan. Tentu nanti kepastian Terkait dengan Koalisi-koalisi partai ini tentu ada koordinasi antara calon dengan desk pilkada provinsi dan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buton,” Jelasnya.

Terkiat koalisi ini, Farid menyebutkan keputusannya ada di DPP. DPC hanya menindaklanjuti terkait dengan instruksi DPP untuk melakukan penjaringan.

“Lalu kemudian ada kriteria-kriteria yang menjadi tolak ukur DPP untuk memutuskan PDI perjuangan ini nanti akan berkoalisi dengan partai apa dari lima calon yang sudah mendaftar ini. Ranah ini ada di Kabupaten namun ranah keputusan rekomendasi itu ada di DPP, ” Ujarnya.

Selain itu, ia berharap “Satu harapan kami DPC. Bahwa dari seluruh bakal calon yang sudah mendaftar ini tentu ada pertanyaan-pernyataan bahwa siap kalah dan siap menang dalam mendapatkan SK. Karena pada akhirnya keputusan itu ada di DPP,” Tandasnya.

Pos terkait