NARASITIME.com – Kisruh di internal Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), hingga kini terus bergulir. Pasalnya, dari 20 anggota dewan di dalam lembaga itu menyatakan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRD Buton Hariasi Salad, SH.
Hal ini membuat Korcam Lasalimu Partai Golkar Awal menilai, mosi tidak percaya anggota dewan yang dialamatkan kepada Ketua DPRD Buton itu sangat mencoreng nama baik Partai Golkar sebagai partai politik pemenang Pilcaleg 2019.
“Sangat saya sayangkan Ketua DPRD yang sudah diusung tidak mendapat kepercayaan dari 20 anggota DPRD dan 2 unsur pimpinan hingga dikeluarkan mosi tidak percaya, ini sama saja mencoreng citra dan marwah partai Golkar,” ucap Awal kepada Narasitime.com, Jum’at (20/1/2023).
Menurut Awal, kisruh yang terjadi di internal dewan yang menjerat Ketua DPRD Buton karena adanya mosi ketidak percayaan merupakan sunami politik Partai Golkar. Tentu saja, lanjut Awal, persoalan itu bisa mengganggu relasi politik serta kepercayaan publik dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang.
“Mosi tidak percaya anggota DPRD Buton kepada Ketua DPRD menyedot banyak perhatian. Bahkan bisa ini berdampak pada citra Golkar sehingga diharapkannya agar DPD Tingkat II Golkar hingga DPP dapat mengusulkan pergantian Ketua DPRD Buton saat ini,” tuturnya.
Masih kata Awal, persoalan ini secara elektoral berpotensi menurunkan elektabilitas Partai Golkar dan kegaduhan di internal partai, sehingga jika dilakukan pergantian pimpinan di dewan maka dapat meredam konflik, baik itu konflik yang ada di internal maupun eksternal partai.
“Jika dilakukan pergantian ketua tentu yang akan menggantikan masih dari partai Golkar juga dengan harapan dapat menjadi unsur pimpinan di DPRD Buton yang mengayomi anggota lainnya. Sehingga, tentu tidak menimbulkan polemik di internal partai Golkar. Namun, partai harus mengambil tindakan atas mosi ini,” ujarnya.
Menurutnya, mosi tidak percaya anggota DPRD kepada ketua dewan saat ini memang menjadi persoalan di internal DPRD Buton. Namun, hal ini perlu pembicaraan di lingkup internal Golkar apalagi suratnya sudah disampaikan di DPD Golkar.
“Kami dilapisan bawah Partai Golkar sangat berharap masalah ini segera diselesaikan dengan mengganti ketua saat ini. Apalagi, pernyataan sikap ini sudah dituangkan dalam bentuk tertulis kepada DPD II Golkar agar secepatnya di sikapi sehingga tidak ada lagi kader yang jalan sendiri tanpa ada musyawarah dengan pimpinan,” harapnya.
Awal menambahkan, sebagai pengurus tingkat kecamatan Partai Golkar, pihaknya sangat menjunjung tinggi hasil Musdah, Rapimda dan Rakerda. Namun, untuk persoalan ini, ia sepenuhnya mendukung pergantian Ketua DPRD Buton, sehingga rapat-rapat yang ada di dewan berjalan seperti sediakala.
“Kami fokus dengan tujuan yang sama demi kemenangan Partai Golkar dan harapan kami dari lapisan bawah agar semua kader tetap fokus jangan mudah terprovokasi dengan gerakan-gerakan oknum pribadi kader yang ingin memecah belah kesolidan partai,” pungkasnya.





