Pertumbuhan Ekonomi Buton Meningkat, Angka Kemiskinan Berangsur Turun

NARASITIME.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buton merilis data terbaru mengenai kondisi ekonomi dan sosial daerah tahun 2025. Hasilnya menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Buton terus mengalami peningkatan, sementara tingkat kemiskinan mulai menunjukkan tren penurunan.

Berdasarkan data BPS, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Buton yang diukur melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan, pada tahun 2024 tercatat sebesar 2 persen. Angka ini meningkat pada triwulan II tahun 2025 menjadi 2,56 persen.

Sementara itu, tingkat kemiskinan di Kabupaten Buton pada tahun 2025 menurun menjadi 13,46 persen, dibandingkan dengan tahun 2024 yang berada di angka 13,99 persen. Sebelumnya, pada tahun 2023, angka kemiskinan tercatat sebesar 13,77 persen.

Bacaan Lainnya

Kepala BPS Kabupaten Buton, Zablin, SST., M.Si, menjelaskan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan ini merupakan hasil dari berbagai upaya pemerintah dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, menurutnya, masih dibutuhkan langkah strategis dan sinergi lintas sektor agar peningkatan tersebut dapat lebih signifikan.

“Pemerintah daerah perlu terus menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan nasional. Salah satunya melalui optimalisasi program MBG (Makan Bergizi) agar dampak ekonominya juga dirasakan masyarakat lokal,” ujar Zablin saat konferensi pers di Ruang Rapat BPS Buton, Selasa (28/10/2025).

Ia mencontohkan, sebagian besar kebutuhan bahan baku dalam program MBG masih didatangkan dari luar daerah. Kondisi ini, menurut Zablin, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi masyarakat Buton untuk memperkuat produksi lokal.

“Sekitar dua pertiga biaya MBG digunakan untuk bahan baku. Jika kita bisa memproduksinya di daerah sendiri, tentu akan lebih banyak manfaat ekonomi yang kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Meskipun pertumbuhan ekonomi Kabupaten Buton masih berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 5,12 persen, tren positif ini menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat fondasi ekonomi ke depan.

BPS juga merekomendasikan agar pemerintah daerah mulai menghidupkan kembali sektor-sektor industri kecil dan menengah (IKM) yang sempat vakum, seperti industri sambal di Kapontori, perusahaan di Wakalambe, serta IKM di Desa Holimombo.

Dengan langkah-langkah terarah dan kolaboratif, diharapkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Buton ke depan semakin kuat, serta kesejahteraan masyarakat terus meningkat secara berkelanjutan.

Pos terkait