NARASITIME.com – DPRD Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai bergejolak. Sejumlah pimpinan dewan dan fraksi melakukan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRD setempat Hariasi Salad, SH.
Mosi tidak percaya terhadap kinerja Ketua DPRD tersebut berlangsung di Ruang Komisi DPRD Kabupaten Buton, Senin (16/1/2023) siang.
Wakil Ketua DPRD setempat La Ode Rafiun mengatakan, mosi tidak percaya terhadap ketua dewan tersebut ditandatangani 20 anggota dari 25 anggota DPRD setempat.
“Ini semua fraksi sudah bertandatangan, dari 25 anggota, 20 orang anggota sudah bertandatangan. Termaksud, didalamnya dua unsur pimpinan,” ungkap La Ode Rafiun dalam konferensi persnya bersama anggota DPRD lainnya.
Menurut La Ode Rafiun, mosi tidak percaya yang dimunculkan oleh anggota DPRD dikarenakan adanya kebijakan pimpinan DPRD yang tidak populis atau populer, sehingga dimata anggota terhadap eksistensi lembaga DPRD tidak lagi berfungsi sebagai perwujudan representasi dari aspirasi rakyat.
“Karena sifat monopoli ketua, tidak transparannya dalam pengolahan anggaran di DPRD yang sudah diputuskan bersama di otak-atik kembali lagi, hal-hal yang menjadi kesepakatan dimentahkan dan kebijakan-kebijakan lainnya,” jelasnya.
Bahkan, lanjut La Ode Rafiun, mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRD Buton merupakan kali kedua anggota dewan melayangkan mosi tidak percaya ke Hariasi Salad.
Rafiun juga menilai, ketua dewan saat ini terkesan tidak mengayomi dan arogan. Hanya mementingkan individu daripada anggota dewan lainnya, padahal ini lembaga dewan.
Ketua DPD PAN Buton tersebut menyerahkan sepenuhnya kepada DPD Partai Golkar untuk menindaklanjuti terkait keluhan para anggota dewan tersebut.
“Mosi tidak percaya ini sudah kami serahkan kepada DPD Partai Golkar pada hari ini. Kami minta dievaluasi dan menunjuk kepada Kader Golkar yang lain dan berharap untuk ditindaklanjuti dengan cepat. Kami menunggu saja,” tukasnya.





