NARASITIME.com – Desakan penggantian Ketua DPRD Kabupaten Buton Hariasi Salad, SH terus bergulir. Para pengusung mengatakan wacana tersebut bukan hanyak sekadar gertak sambal.
“Ini bukan gertak sambal. Hampir semua fraksi menginginkan hal itu, dan itu resmi dikeluarkan oleh lembaga DPRD yang ditandatangani oleh dua unsur pimpinan dan ini resmi,” kata Ketua DPD PAN Buton La Ode Rafiun, Rabu (18/1/2023).
Dijelaskan, apa yang dilakukan dua unsur pimpinan dan seluruh fraksi merupakan wujud tindak tanduk yang dilakukan oleh Ketua DPRD Buton.
“Intinya apa yang dilakukan oleh anggota itu adalah wujud tindak tanduk yang dilakukan Ketua DPRD secara arogan. Persoalan anggaran itu adalah bagian dari salah satu yang terkecil,” jelasnya.
“Memang kita tahu kuasa pengguna anggaran adalah Sekwan, tapi item-item kegiatannya yang sesungguhnya harus didiskusikan bersama anggota dan pimpinan, ini tidak pernah dilakukan oleh ketua,” terangnya.
“Sehingga kami tidak tahu apa yang dimasukkan atau yang diinginkan oleh Sekwan ini hanya lewat ketua. Tanya saja itu? Kalau pernah didiskusikan sama anggota, tidak pernah. Mau rapat-rapat internal tidak pernah, mau lakukan rapat pimpinan tidak pernah,” terangnya lagi.
Rafiun berharap, mosi tidak percaya tersebut segera ditanggapi dengan baik Partai Golkar. Sebab, sambung Rafiun, hal ini terkait erat dengan kinerja para anggota dewan.
“Kami unsur pimpinan hanya meneruskan dari mosi tidak percaya anggota terhadap Ketua DPRD kepada Partai Golkar dan kami harap Partai Golkar segera melakukan evaluasi terhadap kadernya,” tuturnya.
“Dan itu kami tahu itu merupakan kewenangan dan domainnya Partai Golkar,” tambahnya lagi.
Rafiun menambahkan, permintaan pergantian Ketua DPRD itu sudah menjadi kebutuhan mendesak saat ini. Semua harus dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki kinerja wakil rakyat yang dinilai tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Seperti diberitakan, 20 anggota DPRD bersama dua unsur pimpinan lainnya mengajukan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Buton. Mereka menilai kebijakan Hariasi Salad di dewan tidak populis dan hanya mementingkan diri sendiri.
Ketua DPRD Buton Hariasi Salad sendiri beberapa hari lalu menanggapi permintaan pergantian dirinya sebagai salah satu kepentingan politis dari para petinggi partai. Alasan meminta pergantian dirinya dinilai tidak rasional.





