Ketua Bapilu Partai Golkar Setujui Pergantian Ketua DPRD Buton

Ketua Bapilu DPD ll Partai Golkar Buton, Maksuddin. (dok.ist)

NARASITIME.com –  Ketua Bapilu DPD ll Partai Golkar Buton, Maksuddin menyetujui pergantian posisi Ketua DPRD Buton Hariasi Salad, SH.

Bahkan, terang-terangan dia memuji dan mengapresiasi sikap yang diambil 20 anggota DPRD Buton yang mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap ketua dewan saat ini.

“Bahwa terkait dengan mosi tidak percaya oleh 20 anggota DPRD Buton bagi kami Kader Golkar Buton cukup kami apresiasi,” katanya kepada Narasitime.com, Rabu (25/1/2023).

Bacaan Lainnya

Kata dia, saat ini situasi di internal partainya sudah terpecah belah. Hal itu dikarenakan adanya beberapa tindakan dari Ketua DPRD Buton dinilai mengabaikan hasil Musda dan Rakerda Partai Golkar.

“Hal ini karena kami sebagai kader sudah terpecah belah dan muncul faksi internal karena beberapa tindakan Ketua DPRD Buton yang menurut kami telah mengabaikan hasil Musda dan Rakerda. Saat itu, kami memilih Drs. La Bakry, M.Si sebagai  Calon Bupati Buton dari Partai Golkar,” jelasnya.

Menurutnya, langkah yang diambil oleh Hariasi Salad untuk mengampanyekan dirinya sebagai The Next Bupati Buton 2024-2029 merupakan langkah politik menggulingkan Ketua Golkar saat ini La Bakry.

“Ternyata dibalik itu Hariasi Salad menjalankan mosi tidak percaya untuk mengganti Ketua Golkar Drs. La Bakry,  M.Si. Menjalankan misi pribadinya untuk Calon Bupati Buton, dimana saat Musda dan Rakerda kita sepakat dan itu telah dituangkan dalam berita acara Musda dan Rakerda Golkar Buton yang digelar Oktober 2021 lalu,” terangnya.

Sehingga dia menganggap, persoalan yang terjadi di internal DPD ll Partai Golkar saat ini sengaja diciptakan guna mengkonsolidasikan seluruh kader pada semua tingkatan dalam menyongsong Pilcaleg, Pilpres dan Pilkada 2024 mendatang.

“Untuk itu, demi kebersamaan dan kesolidan kader. Saya meminta kepada Pimpinan Partai Golkar pada semua tingkatan untuk secara bijak dan tegas mengambil keputusan pada persoalan ini. Dan terkait dengan pergantian Ketua DPRD Buton musti dipertimbangkn oleh DPP,” pintanya.

Maksuddin menambahkan, Hariasi Salad bisa menjadi Ketua DPRD Buton saat ini karena usungan dari DPD ll Partai Golkar. Mestinya, Hariasi Salad dapat memberikan tauladan buat kader lain agar tidak mencoreng marwah partai.

“Pak Hariasi menjadi Ketua DPRD Buton karena usungan DPD ll Partai Golkar. Mestinya ia memberikan tauladan buat kader lain agar tidak mencoreng marwah partai. Jangan justru bikin kader berbenturan dengan cara-cara sendiri tanpa berkoordinasi dengan dengan partai. Kader harus disolitkan bukan justru membuat ulah perpecahan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Buton Hariasi Salad, SH mengatakan bahwa saat ini dirinya hanya fokus pada tugasnya sebagai Ketua DPRD dan sebagai Kader Golkar ia juga akan fokus melaksanakan konsolidasi didalam masyarakat dari 7 kecamatan yang terdiri dari 95 desa/kelurahan di wilayah Kabupaten Buton.

“Saya sekarang lagi fokus dengan tugas saya sebagai Ketua DPRD Buton dan sebagai kader Partai Golkar Kabupaten Buton saya masih fokus melaksanakan konsolidasi ke masyarakat dari 7 kecamatan dan 95 desa/kelurahan. Karena Pilkada sudah tidak lama lagi karena target Partai Golkar menang Pemilu dan menang Pilkada tahun 2024,” ungkap Hariasi Salad saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Dan mengenai adanya mosi tidak percaya terhadap dirinya, Hariasi Salad menyampaikan bahwa ia menyerahkan semuanya ke DPP Partai Golkar.

“Mengenai soal mosi tidak percaya, semuanya saya serahkan kepada DPP Partai Golkar karena saya diberi tugas tambahan oleh DPP Partai Golkar sebagai Ketua DPRD Buton,” ungkapnya.

Hariasi Salad menambahkan, sebagai Ketua DPRD Buton, saat ini bersama Pj Bupati Buton dan Forkopimda Buton melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Lasalimu guna menyerap aspirasi masyarakat melalui program Pemkab Buton yakni Ngopi Wa Engran yang setiap minggunya mengunjungi setiap kecamatan.

Pos terkait