NARASITIME.com – Tim Pengabdi dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Buton kembali mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dan penerapan teknologi biopori kepada masyarakat di Kelurahan Baadia, Kota Baubau.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam rangka mendukung pertanian berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan yang ramah lingkungan.
Pelatihan yang digelar pada Minggu (25/08/2024) bulan lalu ini diikuti oleh Pokja (kelompok kerja) dari Kelurahan Sehat Baadia yang merupakan perwakilan masyarakat setempat.
Warga pun sangat antusias belajar tentang cara memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk yang berguna bagi tanaman.
Dengan pendekatan praktis, peserta diajak langsung untuk membuat pupuk organik cair menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar mereka, seperti air cucian beras, sisa-sisa sayuran, buah-buahan, dan limbah dapur lainnya.

Selain pembuatan POC, tim juga memperkenalkan teknologi biopori (06/09) sebagai solusi dalam mengelola sampah organik sekaligus meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah.
Teknologi Biopori ini dinilai sangat cocok diterapkan di Kelurahan Baadia yang memiliki potensi lahan pertanian dan perkebunan cukup luas. Namum, masih minim penerapan teknologi ramah lingkungan.
Ketua Tim Pengabdi, Agus Slamet, S.Pd., M.Sc. yang merupakan Dosen Prodi Pendidikan Biologi, mengungkapkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya alam secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kami berharap melalui pelatihan ini, masyarakat dapat memanfaatkan limbah organik yang selama ini dianggap sebagai sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi pertanian mereka. Dengan demikian, kami juga membantu mengurangi dampak buruk sampah terhadap lingkungan,” ujarnya.

Salah satu peserta pelatihan, Bapak Armin Tuani, menyatakan bahwa ia merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini.
“Kami biasanya membuang limbah dapur begitu saja. Dengan pelatihan ini, kami jadi tahu cara membuat pupuk yang bisa kami gunakan di kebun sendiri,” katanya.
Diharapkan, pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Baadia untuk terus mengembangkan pertanian organik dan menjaga kelestarian lingkungan.
Tim Pengabdi yang beranggotakan Dr. Safrin Salam, SH., MH dan mahasiswa dari program studi Pendidikan Biologi juga berencana untuk melakukan pendampingan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin mahir dalam menerapkan teknologi yang telah diajarkan.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata dari kontribusi Universitas Muhammadiyah Buton dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengabdian kepada masyarakat, serta bagian dari upaya bersama untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di wilayah Baadia.





