NARASITIME.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton melalui Dinas Pariwisata kembali menggelar Festival Teluk Pasarwajo yang akan berlangsung dari tanggal 15-16 Agustus 2024.
Namun, dibalik pelaksanaannya dinilai Pemda Buton hanya sekedar menghabiskan anggaran daerah karena tidak memberikan dampak apapun bagi kemajuan Kabupaten Buton serta masyarakat pun tidak rasakan dampak dari sisi peningkatan perekonomian.
Hal itu disampaikan oleh Faisal salah satu pemuda asal Kecamatan Pasarwajo sekaligus pemerhati wisata di Kabupaten Buton, Jum’at (16/8/2024) kemarin.
“Secara pribadi saya nilai Festival Teluk Pasarwajo ini hanya pemborosan anggaran, manfaatnya secara langsung terhadap masyarakat tidak ada, baik dari sisi ekonomi maupun peningkatan, padahal katanya kegiatan ini sudah berlangsung tiga tahun,” katanya.
“Dari tahun 2023 dan sekarang tahun 2024 apa yang telah didapat oleh masyarakat, dalam setiap tahunnya outputnya apa terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. Masyarakat Kabupaten Buton hanya disuguhkan dengan eforia sesaat tapi manfaatnya tidak ada selama beberapa tahun ini,” sambungnya.
Dia berandai, jika saja uang ratusan juta rupiah yang dipakai untuk kegiatan tersebut dilakukan demi melakukan pembenahan terhadap sarana infrastruktur pendukung di tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Buton tentu akan jauh lebih bermanfaat.
“Ini malah yang dilakukan Dinas Pariwisata sifatnya hanya eforia sesaat, setiap tahun selalu buat pelatihan tapi outputnya untuk daerah tidak ada, coba kalau anggaran-anggaran seperti itu dipergunakan untuk memperbaiki infrastruktur yang ada di tempat-tempat wisata, itu akan lebih bagus dan manfaatnya dapat dirasakan langsung orang masyarakat,” ujarnya.
“Selalu berdalih promosi, nah terus dimana mi sekarang outputnya hasil dari promosi Dinas Pariwisata itu. Saya menduga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Buton selama ini hanya menguntungkan diri sendiri,” ucap Faisal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buton Rusdi Nudi yang dimintai tanggapannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan Festival Teluk Pasarwajo tahun 2024 awalnya tidak sepenuhnya dapat terakomodir dalam anggaran, hal ini disebabkan oleh faktor keterbatasan dan kemampuan keuangan daerah.
Meski demikian, sebagai instansi teknis, pihaknya langsung menghadap ke Sekda Buton guna meminta dukungan agar pelaksanaan Festival Teluk Pasarwajo dapat berjalan dengan baik.
“Festival Teluk tahun ini bahwa kita juga hanya dapat operasional dukungan sedikit yang awalnya nol rupiah. Namum, sebagai instansi teknis, kami menghadap Pak Sekda perlu kiranya kita mendapat dukungan walau sedikit karena kegiatan ini adalah yang dijalankan oleh Kementerian Pariwisata RI,” kata Rusdi Nudi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (17/8/2024).
“Sehingga walapun keterbatasan anggaran Pemda, tetap kita berusaha laksanakan secara terus-menerus tidak putus sehingga ketika ada anggaran memadai tahun-tahun berikutnya tinggal kita selenggarakan lebih baik lagi,” sambungnya.
“Terkait Festival ini yang anggarannya sedikit sekali dan berat sekali bagi kami, kami berusaha menyelenggarakan sesuai kondisi sehingga agar dapat terlaksana kami menjalin kerjasama, kegiatan pameran dibantu oleh Dekranasda, pengisian acara seni dan budaya oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Pemuda Olahraga termasuk kami minta dukungan dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara,” sambungnya lagi.
Rusdi Nudi mengungkapkan bahwa ketiadaan anggaran telah menjadi faktor utama kegiatan promosi wisata di Dinas Pariwisata tidak memberikan efek terhadap tingkat perekonomian masyarakat.
“Terus promosi yang selama ini dilakukan oleh Dinas Pariwisata beberapa tahun kemarin tidak memberikan efek terhadap masyarakat karena memang tidak ada anggaran promosi tersebut. Silahkan di cek di Bappeda dan bagian keuangan,” ungkapnya.
“Dan kita pahami bersama promosi tidak murah dan faktanya memang tidak tdk ada anggaran. Tidak kegiatan fisik maupun lainnya, tahun ini di Dinas Pariwisata dan satu-satunya kegiatan adalah Festival Teluk Pasarwajo yang kita selenggarakan karena jadwal rute nasional berlabuh di Teluk Pasarwajo dan terselenggara atas dukungan Dekranasda, Diknas, dispora dan Dinas Pariwisata Provinsi Sultra,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut juga Rusdi Nudi menambahkan bahwa kaitannya dengan wisata permandian di Kali Topa Wabula, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan rehabilitasi. Namun keterbatasan anggaran hingga kini belum terealisasi.
“Bahwa dua sampai tiga tahun terakhir perencanaan telah mengajukan pemeliharaan, rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur tempat-tempat wisata, terkhusus Kali Topa namun anggaran belum ada,” tandasnya.





