Bupati Buton Dorong Desa Siapkan Strategi Hadapi Perubahan Iklim, Warga Jadi Ujung Tombak

NARASITIME.com, Buton — Pemerintah Kabupaten Buton mendorong penguatan ketahanan masyarakat desa dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra menghadiri Lokakarya Rencana Implementasi Adaptasi Perubahan Iklim yang digelar di Balai Pertemuan Desa Winning, Kecamatan Pasarwajo, Selasa, 1 September 2026.

Lokakarya tersebut menjadi ruang pemaparan hasil penyusunan Rencana Adaptasi Perubahan Iklim Berbasis Komunitas yang dirumuskan oleh perwakilan masyarakat Desa Winning dan Desa Mantowu bersama Yayasan Bina Potensi Desa.

Rencana itu disusun dengan melibatkan masyarakat sejak tahap identifikasi persoalan. Warga diajak memetakan tantangan sekaligus potensi dampak perubahan iklim yang dihadapi di tingkat desa.

Bacaan Lainnya

Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan iklim. Menurut dia, masyarakat merupakan pihak yang paling memahami kondisi serta kebutuhan wilayahnya.

“Perubahan iklim ini bukan persoalan yang hanya bisa kita selesaikan oleh pemerintah. Masyarakat harus terlibat sejak perencanaan, karena masyarakat yang paling memahami kondisi dan kebutuhan di wilayahnya,” ujar Alvin.

Ia mengatakan pemerintah tidak ingin masyarakat hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat dari program adaptasi perubahan iklim. Masyarakat, kata dia, harus menjadi bagian dari proses perencanaan hingga pelaksanaan.

“Yang kita dorong adalah bagaimana masyarakat menjadi bagian dari perencanaan. Mereka bukan hanya menerima manfaat, tetapi ikut menentukan langkah apa yang paling sesuai dengan kondisi desanya,” kata Alvin.

Menurut Alvin, rencana adaptasi yang telah disusun bersama masyarakat harus diterjemahkan menjadi langkah konkret. Dokumen perencanaan, kata dia, tidak boleh berhenti sebagai hasil lokakarya tanpa tindak lanjut.

“Yang paling penting adalah bagaimana rencana ini bisa kita implementasikan. Apa yang sudah dirumuskan bersama harus menjadi dasar untuk mengambil langkah konkret agar masyarakat semakin siap menghadapi perubahan iklim,” ujarnya.

Alvin menilai perubahan iklim membutuhkan kesiapan dan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah, masyarakat, lembaga pendamping, hingga kelompok di tingkat desa perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

“Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi dengan masyarakat, lembaga pendamping dan seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap penguatan ketahanan masyarakat,” ujar dia.

Ia mengatakan pemerintah Kabupaten Buton akan terus mendorong berbagai inisiatif yang dapat memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Pemerintah daerah akan terus mendorong program yang memperkuat masyarakat. Ketahanan desa harus dibangun dari bawah, dengan melihat potensi dan persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat,” kata Alvin.

Bagi Alvin, setiap desa memiliki kondisi dan potensi yang berbeda sehingga strategi adaptasi perubahan iklim tidak bisa diterapkan dengan pendekatan yang seragam.

“Setiap desa memiliki karakter dan potensi masing-masing. Karena itu, langkah adaptasinya juga harus disesuaikan dengan kondisi lokal. Kita ingin setiap desa memiliki kemampuan untuk mengenali risikonya dan menentukan langkah yang tepat,” ujarnya.

Ia berharap hasil penyusunan rencana adaptasi berbasis komunitas di Desa Winning dan Desa Mantowu dapat menjadi pijakan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko perubahan iklim.

“Harapan kita, apa yang sudah disusun ini tidak berhenti sebagai dokumen. Harus ada tindak lanjut dan program nyata yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Alvin.

Menurut dia, keberhasilan program adaptasi perubahan iklim pada akhirnya dapat dilihat dari kemampuan masyarakat dalam mengantisipasi risiko dan memanfaatkan potensi yang ada di wilayahnya.

“Ukuran keberhasilannya bukan hanya pada tersusunnya rencana, tetapi bagaimana masyarakat semakin siap, semakin mampu menghadapi risiko dan mampu memanfaatkan potensi lokal untuk mendukung kehidupannya,” ujar Alvin.

Melalui penyusunan rencana adaptasi berbasis komunitas tersebut, Desa Winning dan Desa Mantowu diharapkan memiliki langkah yang lebih terarah dalam menghadapi risiko perubahan iklim sekaligus mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki masing-masing desa.

Pemerintah Kabupaten Buton menyatakan akan terus mendorong inisiatif yang memperkuat kapasitas masyarakat dan pembangunan berkelanjutan agar upaya menghadapi perubahan iklim dapat dilakukan secara bersama dan memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat.

Pos terkait