NARASITIME.com, BUTON — Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra mengenang doa dan dukungan Faasia Binti La Djifai, ibunda Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, saat keduanya berjuang dalam pemilihan kepala daerah. Kenangan itu disampaikan Alvin ketika melayat ke rumah duka di Desa Kakenauwe, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, Rabu, 28 Oktober 2026.
Di hadapan keluarga dan pelayat, Alvin menyebut almarhumah sebagai sosok yang memiliki jasa dalam perjalanan politiknya bersama Syarifudin. Ia mengingat pertemuan terakhir mereka ketika keduanya masih berjuang meraih kepercayaan masyarakat untuk memimpin Kabupaten Buton.
“Ibu Faasia, ibunda dari Pak Wakil Bupati, adalah orang baik. Terakhir saya berjumpa dengan beliau pada saat kami berdua sedang berjuang berkampanye. Alhamdulillah, kami diberikan kemenangan. Kemenangan kami berdua tidak luput dari jasa dan doa beliau,” kata Alvin.

Bagi Alvin, kepergian Faasia bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga meninggalkan kenangan tersendiri dalam perjalanan pengabdian bersama Syarifudin. Ia menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan yang pernah diberikan almarhumah, seraya mengajak keluarga serta para pelayat mendoakan kepergiannya.
“Rasa terima kasih paling dalam saya utarakan kepada Ibu Faasia. Kita doakan agar beliau diterima di sisi-Nya,” ujarnya.
Faasia meninggal dunia pada Selasa malam, 27 Oktober 2026, pukul 20.45 WITA, setelah menjalani perawatan medis selama delapan hari. Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa mengatakan keluarga telah berupaya memberikan pengobatan terbaik sebelum akhirnya mengikhlaskan kepergian sang ibu.

Di tengah suasana duka, Syarifudin juga menyampaikan rasa syukur karena anak-anak dan cucu almarhumah dapat mendampinginya hingga akhir hayat.
“Alhamdulillah, sebelum mengembuskan napas terakhir, kami semua anak-anak dan cucunya berada bersama beliau. Beliau mengembuskan napas terakhir dengan mengucapkan La ilaha illallah. Kami sekeluarga ikhlas melepas kepergian beliau,” tutur Syarifudin.
Ia berterima kasih kepada kerabat, sahabat, dan masyarakat yang telah hadir serta mengirimkan doa. Atas nama keluarga, Syarifudin turut memohon maaf apabila semasa hidup ibundanya pernah melakukan kesalahan kepada siapa pun.

Ia juga meminta agar siapa pun yang merasa memiliki urusan dengan almarhumah, termasuk persoalan utang-piutang, dapat menyampaikannya kepada keluarga. Pesan-pesan kebaikan yang ditinggalkan sang ibu diharapkan terus dijalankan sebagai amal jariah.
Faasia dimakamkan selepas salat Zuhur di pemakaman keluarga yang berada di belakang rumahnya di Desa Kakenauwe.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir menyampaikan belasungkawa, di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri Buton Sterry Fendy Andih, Ketua Pengadilan Negeri Pasarwajo Ivan Budi Hartanto, Wakil Ketua I DPRD Buton Hasni, Wakil Ketua II DPRD Buton La Subu, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Buton La Ode Syamsudin.
Kepala BPS Buton Agung Septianto Wibowo, para kepala organisasi perangkat daerah, camat, kepala desa, aparatur sipil negara Pemerintah Kabupaten Buton, serta kerabat dan keluarga almarhumah juga hadir di rumah duka.







