NARASITIME.com, Buton — Pesta Adat Kadie Kamaru di Baruga Kelurahan Kamaru, Kecamatan Lasalimu, tidak sekadar menjadi ruang bagi masyarakat merawat tradisi dan mensyukuri hasil panen. Kehadiran Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra juga membawa sejumlah komitmen pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor pertanian hingga perumahan dan pendidikan.
Bupati Alvin menghadiri Pesta Adat Kadie Kamaru pada Sabtu siang, 26 September 2026. Di hadapan masyarakat dan perangkat adat, ia menyampaikan sejumlah dukungan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Buton untuk Kelurahan Kamaru.
“Terima kasih atas undangannya. Alhamdulillah saya bisa hadir di Kamaru. Pemerintah daerah akan memberikan bantuan alat pertanian, bibit jagung, kelapa dan jambu mete,” kata Alvin.
Menurut dia, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong masyarakat mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki wilayah Kamaru.
Alvin mengatakan pemerintah tidak ingin pembangunan hanya berhenti pada penyediaan infrastruktur. Penguatan sektor produktif masyarakat juga menjadi perhatian agar potensi pertanian dapat memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
“Kita ingin masyarakat Kamaru terus produktif. Potensi pertanian yang ada harus kita dukung dengan sarana dan bibit yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Selain bantuan pertanian, Pemkab Buton menyiapkan pembangunan kembali rumah warga yang terdampak kebakaran. Sebanyak 15 unit rumah akan mendapat bantuan pembangunan.
“Untuk masyarakat yang rumahnya terdampak kebakaran, pemerintah daerah juga akan membantu pembangunan sebanyak 15 unit rumah,” kata Alvin.
Ia mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap warga yang mengalami musibah. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus berupaya memastikan masyarakat mendapat dukungan ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan intervensi pemerintah.
“Kita tidak ingin masyarakat berjalan sendiri ketika menghadapi musibah. Pemerintah harus hadir dan memberikan solusi sesuai kemampuan dan kewenangan yang kita miliki,” ujarnya.
Perhatian pemerintah juga diarahkan pada sektor pendidikan. Alvin menyampaikan rencana revitalisasi sekolah di Kelurahan Kamaru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana pendidikan.

“Sekolah juga akan kita revitalisasi. Pendidikan merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, sarana pendidikan harus terus kita perhatikan,” katanya.
Alvin mengajak masyarakat Kamaru menjaga komunikasi dan membangun sinergi dengan pemerintah daerah. Menurut dia, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat.
“Saya minta dukungan masyarakat. Mari kita bersama-sama bersinergi untuk membesarkan Kelurahan Kamaru,” ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah daerah terbuka terhadap aspirasi masyarakat di tingkat kelurahan. Kehadiran dalam kegiatan adat, menurut Alvin, juga menjadi kesempatan untuk mendengar secara langsung kebutuhan warga.
“Kalau ada kebutuhan masyarakat, sampaikan kepada pemerintah. Kita akan melihat mana yang menjadi prioritas dan bisa kita intervensi melalui program pemerintah daerah,” kata dia.

Adat dan Ketahanan Pangan
Pesta Adat Kadie Kamaru memiliki makna yang lebih luas dari sekadar perayaan hasil panen. Tradisi tersebut menjadi ruang masyarakat untuk mempertahankan nilai-nilai adat sekaligus mengingat kembali pentingnya menjaga sumber pangan lokal.
Ketua panitia pesta adat mengatakan tradisi pesta panen mengajarkan masyarakat untuk tidak serakah dan menghormati hak orang lain. Hasil panen dimaknai sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus harapan agar hasil pertanian masyarakat pada masa mendatang semakin baik dan membawa keberkahan.
Salah satu perhatian masyarakat adalah keberadaan padi lokal Kamaru yang kini semakin jarang ditemukan. Perubahan zaman dan perkembangan pola pertanian membuat varietas lokal tersebut mulai sulit ditemui.
“Adat bukan hanya warisan masa lalu, tetapi warisan yang harus kita jaga karena di dalamnya terdapat nilai dan identitas kita,” kata ketua panitia.
Bupati Alvin mengatakan pelestarian adat harus berjalan seiring dengan pembangunan masyarakat. Menurut dia, adat merupakan bagian dari identitas daerah yang tidak boleh terputus dari generasi ke generasi.

“Kita ingin adat tetap hidup. Anak-anak kita harus mengetahui tradisi dan sejarah daerahnya. Pembangunan tidak boleh membuat kita kehilangan identitas,” ujar Alvin.
Ia juga mendorong masyarakat agar nilai-nilai positif yang terkandung dalam tradisi adat dapat terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang kita jaga bukan hanya seremoninya, tetapi nilai yang ada di dalamnya. Ada rasa syukur, kebersamaan, gotong royong dan penghormatan kepada sesama,” katanya.
Sultan Buton Dorong Adat Tetap Hidup
Sultan Buton ke-41, Paduka Yang Mulia (YM) Ir. H. La Ode Muhammad Sjamsul Qamar, M.T., IPU., turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia mengajak masyarakat menjadikan pesta panen sebagai momentum untuk mensyukuri hasil yang diperoleh sekaligus menjaga keberlangsungan adat.

Menurut dia, Kesultanan Buton bersama Pemerintah Kabupaten Buton akan terus mendorong agar nilai-nilai adat tetap terpelihara dan hidup di tengah masyarakat.
Pelestarian adat dinilai penting karena tradisi yang diwariskan masyarakat bukan sekadar rangkaian kegiatan seremonial, melainkan mengandung nilai sosial dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Buton.
Jaga Keamanan Pelaksanaan Adat
Camat Lasalimu, Dr. La Ode Zahaba, S.H., M.Si., mengatakan pemerintah kecamatan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) telah membangun kesepakatan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan pesta adat.
“Kami bersama Forkopimcam mempunyai kesepakatan bersama. Pelaksanaan joget kami larang karena kami tetap ingin menjaga kedamaian dan keamanan sehingga kegiatan yang kita laksanakan berjalan dengan baik,” katanya.

Pesta Adat Kadie Kamaru dihadiri Sapati Kesultanan Buton, perwakilan Forkopimda, Wakapolres Buton yang mewakili Kapolres Buton, anggota DPRD Kabupaten Buton dari Dapil Kapontori-Lasalimu, sejumlah kepala OPD, Camat Lasalimu dan Forkopimcam.
Turut hadir Lurah Kamaru Tajudin, S.IP., Lakina Kamaru, serta perangkat adat Kadie Kamaru.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah dan masyarakat Kamaru mempertemukan dua agenda: menjaga warisan adat sekaligus membicarakan kebutuhan pembangunan. Pemerintah Kabupaten Buton menyatakan dukungan terhadap sektor pertanian, perumahan warga terdampak kebakaran, dan revitalisasi sekolah menjadi bagian dari komitmen pembangunan yang diarahkan langsung kepada kebutuhan masyarakat.






