NARASITIME.com, Buton — Reuni lintas generasi alumni SMP Negeri 1 Wabula tahun ini, Senin (23/3/2026) menghadirkan makna yang berbeda. Pertemuan yang lazimnya diisi dengan nostalgia justru berubah menjadi aksi kolektif yang langsung menuntaskan kebutuhan mendesak sekolah: penyelesaian mushola.
Di tengah suasana silaturahmi, sekitar 740 alumni dari berbagai angkatan, mulai dari angkatan filial hingga lulusan tahun 2020 sepakat menjadikan reuni sebagai titik balik kontribusi nyata terhadap almamater. Alhasil, dalam waktu singkat, komitmen bersama tersebut berujung pada rampungnya pembangunan Mushola Nur Ilmi di lingkungan SMP Negeri 5 Buton.
Kegiatan diawali dengan jalan santai yang dimulai dari depan SD Negeri 3 Buton di Desa Wasuemba sekitar pukul 08.20 Wita. Rute yang dilalui peserta menyusuri pesisir pantai menuju Desa Wabula Satu dan Desa Wabula, kemudian berlanjut ke jalan poros hingga finis di SMP Negeri 5 Buton.

Di sela kegiatan, panitia berhasil menghimpun donasi sebesar Rp77.893.000. Selain itu, bantuan juga datang dalam bentuk material, berupa 50 dos tegel, 20 sak semen, dan satu ret pasir. Seluruh bantuan tersebut digunakan untuk menyelesaikan pembangunan Mushola Nur Ilmi di lingkungan sekolah.
Ketua panitia reuni, Bahtiar Adia, mengatakan penggalangan dana bermula dari kebutuhan sekolah untuk menuntaskan pembangunan mushola yang sebelumnya belum rampung. “Awalnya kami menargetkan sekitar Rp50 juta. Bahkan sempat disiapkan opsi lelang saat acara jika dana tidak mencukupi,” kata dia.
Namun, hasil pengumpulan donasi justru melampaui target. Bendahara panitia, Suriadi, menjelaskan kontribusi dihimpun melalui masing-masing angkatan. Skema itu dipilih untuk menjaga kebersamaan tanpa membedakan besar kecilnya sumbangan individu. “Yang utama adalah keterlibatan semua angkatan,” ujarnya.

Jumlah peserta yang membludak membuat fasilitas yang disiapkan panitia tidak sepenuhnya mencukupi. Sejumlah alumni tampak duduk santai di bawah pepohonan sambil berbincang dan mengenang masa sekolah.
Bendahara panitia, Suriadi, menjelaskan bahwa donasi dikumpulkan melalui kontribusi masing-masing angkatan. Skema ini diterapkan untuk menjaga kebersamaan dan menghindari perbedaan kontribusi individu.
Dalam pelaksanaannya, panitia tidak membedakan besar kecilnya sumbangan dari setiap alumni. Fokus utama adalah keterlibatan seluruh angkatan dalam mendukung pembangunan fasilitas sekolah.

Kepala SMP Negeri 5 Buton, Wa Oni, mengapresiasi kehadiran dan kontribusi para alumni. Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar ajang nostalgia, melainkan juga memperkuat hubungan antar alumni sekaligus mendukung pengembangan fasilitas pendidikan di sekolah.
Fenomena reuni yang berujung pada penggalangan dana bukan hal baru. Di sejumlah daerah, kegiatan serupa kerap menjadi momentum kolektif untuk membiayai pembangunan fasilitas pendidikan maupun keagamaan.
Dalam konteks SMP Negeri 5 Buton, kolaborasi lintas generasi ini menjadi contoh peran alumni dalam menjawab kebutuhan sekolah yang belum sepenuhnya terakomodasi melalui pembiayaan rutin. Dengan capaian donasi dalam satu kegiatan, pembangunan Mushola Nur Ilmi kini dapat dilanjutkan hingga tahap akhir.






