NARASITIME.com – Pelaksana tugas (Plt) Kadis Pendidikan Kabupaten Buton, Jufri T. S. Kom, M.Si dikabarkan besok akan meninjau sekolah yang rusak berat di Kecamatan Lasalimu Selatan.
Sebelumnya, SDN 73 Buton di Desa Siomanuru dan SDN 90 Buton di Desa Mega Bahari, Kecamatan Lasalimu Selatan dikabarkan mengalami kerusakan berat pada bagian ruang kelas.
Pada kesempatan besok itu, Kadis Pendidikan akan ditemani Kabid Dikdas mengecek kondisi bangunan sekolah yang rusak berat di dua desa wilayah Kecamatan Lasalimu Selatan.
“Insya Allah besok saya akan turun cek ke lapangan bersama Kabid Dikdas, sekalian mengecek kerusakan di sekolah tersebut,” ungkap Jufri saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (12/9/2023).
Sebelumnya diberitakan, saat reses, anggota DPRD Kabupaten Buton, Rahman mendapat keluhan dari kelompok konstituen tentang banyaknya bangunan sekolah yang rusak.
Setelah mendapat keluhan dari kelompok konstituennya, seusai reses Rahman langsung melakukan peninjauan di SDN 73 Buton di Desa Siomanuru dan SDN 90 Buton di Desa Mega Bahari.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kerusakan bangunan dan ruang kelas di sekolah dasar negeri ini. Pada kesempatan itu, ia menemukan sebagian besar bangunan sekolah dan ruang kelas di SDN 73 Buton dan SDN 90 Buton dalam kondisi mengalami kerusakan berat.
Kepada media Narasitime.com, Rahman mengatakan, SDN 73 Buton dan SDN 90 Buton seharusnya menjadi prioritas dalam perbaikan sekolah. Hal ini dikarenakan sebagian besar ruang kelas dalam kondisi rusak berat.
“Kondisi kerusakan ini jika terus dibiarkan akan menjadi resiko saat terjadi proses belajar mengajar di dalam kelas,” ungkap politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
Selanjutnya, ungkap Rahman pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Ia pun mengaku prihatin dengan kondisi gedung sekolah yang tidak layak untuk para pendidik maupun siswa.
Menurutnya, SDN 73 Buton dan SDN 90 Buton di Kecamatan Lasalimu Selatan masih membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah dalam merehab gedung sekolah sebagai sarana prasarana untuk proses belajar mengajar.
“Ketika proses belajar, resiko yang paling besar adalah siswa dan guru. Kalau kondisi bangunan sekolah seperti ini guru dan siswa tidak akan merasa nyaman saat berada di sekolah,” tuturnya.
“Harusnya ini bisa menjadi perhatian pemerintah daerah dan saya akan mencoba melakukan koordinasi dengan instansi terkait agar bisa dicarikan solusinya sehingga para guru dan siswa ini merasa nyaman saat berada di sekolah,” sambungnya.
Anggota DPRD dari Dapil tiga ini berharap, agar pihak pemerintah bisa turun ke sekolah-sekolah untuk secara langsung memantau kerusakan sekolah-sekolah negeri yang ada di wilayah Kabupaten Buton, khususnya di Kecamatan Lasalimu Selatan.





