NARASITIME.com, Buton – Pada hari Senin (08/6/2026) sekitar pukul 14.00 WITA hingga sore hari, di Pantai Kanawa, Desa Kumbewaha, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, tak hanya diwarnai debur ombak dan semilir angin laut. Suara tawa pelajar, semangat warga, serta langkah-langkah kecil yang memungut sampah dari hamparan pasir menjadi penanda lahirnya harapan baru bagi pesisir yang lebih bersih.
Dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia yang diperingati setiap 8 Juni, PAAP Lasinta Lape-Lape bersama Lasalimu Blue Action dan Himpunan Mahasiswa Kumbewaha (HIMAKUMB) menggelar aksi bersih pantai bertema “Gerak Bersama agar Laut Sehat dan Bebas Sampah”. Sebanyak 105 peserta dari berbagai unsur masyarakat terlibat dalam kegiatan tersebut.
Mereka terdiri atas pelajar SD Negeri 52 Buton, SMP Negeri 22 Buton, kelompok simpan pinjam Tunas Harapan Kalemba, Kerang Mutiara Lahindaro, Udang Merah Mopano, serta Karang Taruna Desa Kumbewaha. Bersama-sama, mereka menyusuri bibir Pantai Kanawa, mengumpulkan sampah yang selama ini menjadi ancaman bagi ekosistem laut.

Dari aksi itu, sebanyak 860 kilogram sampah berhasil diangkut dari kawasan pesisir. Sampah tersebut terdiri atas 15 karung besar dan puluhan kantong plastik yang dikumpulkan secara gotong royong oleh seluruh peserta.
Ketua PAAP Lasinta Lape-Lape, Nasrudin, mengatakan Hari Laut Sedunia semestinya tidak hanya diperingati sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa laut adalah sumber kehidupan yang harus dijaga bersama.
“Laut yang bersih dan pesisir yang lestari merupakan warisan paling berharga bagi anak-anak dan cucu kita kelak. Apa yang kita lakukan hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki arti besar bagi masa depan,” kata Nasrudin dalam rilisnya yang diterima media ini.
Ia mengajak masyarakat untuk memulai perubahan dari kebiasaan kecil, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, dan mendukung berbagai upaya konservasi.

“Bila laut adalah ibu yang selama ini memberi kehidupan, maka sudah sepatutnya kita merawatnya dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Camat Siotapina, Muhamad Ridwan, dan turut dihadiri perwakilan Danramil Lasalimu Syafrin Buton, Kepala Desa Kumbewaha Muharuddin Wadu Marsidik, pendamping dari Dinas Perikanan Kabupaten Buton Wa Ode Hasida, serta pendamping kelompok simpan pinjam dari Tim Rare.
Tak berhenti pada aksi bersih pantai, kegiatan juga diisi dengan pengenalan Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) melalui permainan edukatif “Fishing Game: Yuk Lempar Ikan”. Metode ini digunakan untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan, khususnya kepada generasi muda.

Bagi masyarakat pesisir, laut bukan sekadar bentangan air yang membelah cakrawala. Laut adalah ruang hidup, tempat menggantungkan harapan, sekaligus titipan bagi generasi mendatang. Karena itu, menjaga laut tetap sehat dan bebas sampah bukan hanya soal kebersihan lingkungan, melainkan bentuk tanggung jawab untuk memastikan kehidupan terus berlayar dengan baik.
Kegiatan yang didukung Rare Indonesia dan Blue Ventures tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil. Dari tangan-tangan yang memungut sampah di Pantai Kanawa, tumbuh pesan sederhana namun penting: menjaga laut berarti menjaga masa depan.





