KONI Buton Masuki Babak Baru, Alvin Tekankan Profesionalisme dan Pemerataan Cabor

NARASITIME.com, BUTON – Kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buton masa bakti 2026–2030 resmi dilantik dan dikukuhkan. Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra meminta kepengurusan baru mengedepankan profesionalisme serta memastikan seluruh cabang olahraga (cabor) mendapat perhatian yang sama.

Pelantikan dan pengukuhan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Buton, Minggu (1/11/2026). Kegiatan ini dihadiri Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, S.H., Sekretaris Daerah Kabupaten Buton, Wakapolres Buton, Ketua Pengadilan Negeri Pasarwajo, Camat Pasarwajo, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan Danramil Buton, anggota DPRD Buton, Sekretaris Umum KONI Sulawesi Tenggara beserta jajaran pengurus, serta para ketua cabang olahraga.

Dalam sambutannya, Alvin mengingatkan agar KONI Buton tidak memberikan perlakuan istimewa kepada cabang olahraga tertentu. Menurut dia, seluruh cabor harus memperoleh kesempatan dan perhatian yang setara, terutama dalam program pembinaan atlet.

Bacaan Lainnya

Ia tidak ingin mendengar adanya keluhan dari pengurus cabor karena merasa dianaktirikan. Pemerataan pembinaan, kata Alvin, menjadi salah satu kunci untuk mendorong kemajuan olahraga sekaligus membuka ruang prestasi bagi generasi muda di Kabupaten Buton.

Bupati berharap Ketua KONI Buton, Sabarudin Paena, mampu menjalankan program organisasi secara profesional. Terlebih, Kabupaten Buton akan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Desember 2026 di Kota Kendari.

Alvin mengaku optimistis kepemimpinan Sabarudin dapat membawa KONI Buton berjalan lebih baik. Ia menilai ketua KONI yang baru memiliki kapasitas dan kebijaksanaan untuk menjaga soliditas organisasi.

“Yang terpenting adalah menjunjung tinggi etos kerja yang profesional, memiliki kepedulian, dan rasa empati,” ujar Alvin.

Sementara itu, Ketua KONI Buton Sabarudin Paena menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan dan pengukuhan yang dihadiri unsur pemerintah daerah, jajaran KONI Sultra, serta para pemangku kepentingan olahraga.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada KONI Sultra yang telah melantik dan mengukuhkan kepengurusan KONI Buton periode 2026–2030.

Sabarudin mengatakan, kepengurusan baru akan segera menyusun program kerja sebagai langkah awal menghadapi Porprov Sultra 2026. Ia meminta seluruh pengurus menjaga kekompakan dan menghindari perselisihan yang dapat menghambat jalannya organisasi.

Menurut dia, pelantikan yang disaksikan langsung Bupati Buton harus menjadi momentum memperkuat persatuan dan tanggung jawab seluruh pengurus.

“Marilah kita selalu kompak dan bersatu. Jangan ada lagi pertikaian maupun kesalahpahaman di antara sesama anggota. Kita harus memupuk tali persaudaraan agar KONI Buton dapat berjalan dengan baik,” kata Sabarudin.

Adapun Sekretaris Umum KONI Sultra, Dr. La Sawali, S.Pd., M.Kes., hadir mewakili Ketua KONI Sultra yang berhalangan karena padatnya agenda kegiatan. Ia memastikan ketidakhadiran ketua tidak mengurangi penghormatan terhadap prosesi pelantikan tersebut.

La Sawali mengingatkan bahwa kepengurusan organisasi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia meminta para pengurus menjaga kepercayaan yang diberikan dan tidak membeda-bedakan cabang olahraga.

Ia menegaskan seluruh cabor harus mendapatkan perlakuan yang sama. Pembinaan tidak boleh hanya terpusat pada cabang olahraga tertentu karena setiap cabor memiliki peluang untuk menyumbangkan prestasi bagi daerah.

La Sawali juga meminta pengurus KONI Buton segera menyusun program pembinaan atlet secara terarah. Dengan persiapan yang matang, ia berharap kontingen Kabupaten Buton mampu meraih medali dan mengharumkan nama daerah dalam Porprov mendatang.

Pelantikan ini menjadi awal bagi kepengurusan KONI Buton periode 2026–2030 untuk membangun tata kelola organisasi yang lebih solid. Tantangan terdekat mereka adalah memastikan persiapan atlet berjalan optimal, sekaligus membuktikan bahwa pemerataan pembinaan bukan sekadar pesan dalam seremoni pelantikan, melainkan bagian dari kebijakan organisasi.

Pos terkait