NARASITIME.com – Aris Marwan Saputra, SH telah membulatkan tekad sepakat untuk maju dalam Pilkada Buton mendatang. Kendati demikian, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di Kabupaten Buton masih hitungan bulan lagi.
Namun, para tokoh yang akan maju sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) dan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacalonwabup) Bupati Buton kini mulai memuncul diri. Termaksud salah satu nama, yaitu Aris Marwan Saputra.
Anak dari mantan Bupati Buton dua periode (2001-2011) La Ode Muhammad Sjafei Kahar ini memilih untuk mewakafkan diri dalam pengabdian kepada masyarakat Kabupaten Buton. Wawan mengaku ingin mengikuti jejak sang ayah untuk membangun Kabupaten Buton.
Dalam Pilkada mendatang, Wawan mengusung visi membenahi Kabupaten Dalam pilkada 2020, Wawan mengusung visi “Mewujudkan Kabupaten Buton yang Amanah, Mandiri dan Sejahtera”. Visi ini dijalankan dengan berprinsip pada sinergi, kolaborasi dan akselerasi dalam membangun Kabupaten Buton.
a. Buton yang Amanah, mengandung makna untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa yakni pemerintahan yang transparan, membuka kran partisipasi masyarakat, dan akuntabel, bebas dari budaya KKN, demokratis, memberikan pelayanan yang baik dan berkualitas, tidak melakukan pungutan tanpa dasar hukum pungutan serta pemerintahan yang selalu hadir ditengah-tengah masyarakat.
b. Buton yang Mandiri, mengandung makna untuk mewujudkan masa depan Kabupaten Buton yang didukung sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, profesional dan berwawasan kedepan dengan dibekali dengan nilai-nilai budaya dan agama sehingga dapat mendayagunakan seluruh potensi sumber daya lokal secara optimal dan bertanggung jawab untuk mewujudkan kemandirian daerah.
c. Buton yang Sejahtera, mengandung makna untuk terpenuhinya kebutuhan dasar secara adil dan merata. Kesejahteraan juga tercermin dalam semua aspek kehidupan, dimana masyarakat memperoleh pendidikan, kesehatan, sosial, spritual serta memiliki akses terhadap seluruh sumber daya yang ada untuk untuk meningkatkan taraf kehidupan, ekonominya. Ketercukupan kebutuhan masyarakat juga harus didukung dengan pemenuhan prasarana dan sarana dasar, pelayanan publik, ruang publik, transportasi, serta teknologi yang harus disediakan secara cukup dan menerus, untuk mencapai kemajuan dan perkembangan kehidupan masyarakat yang lebih baik dan sejahtera.
Visi diatas menempatkan masyarakat Kabupaten Buton sebagai subyek dan sekaligus obyek pembangunan, sedangkan penyelenggara pemerintah sebagai fasilitator dan dinamisator pembangunan. Visi yang ditetapkan merupakan keinginan masyarakat Buton yang memusatkan pada isu dan permasalahan utama daerah, sehingga pemerintahan dan pembangunan daerah dapat beroperasi dan terselenggara secara efektif, efesien dan berkelanjutan serta dapat terjamin eksistensi daerah di masa depan.

Selain visi untuk membenahi Kabupaten Buton. Wawan juga juga memiliki empat misi untuk Kabupaten Buton, diantaranya:
- Mewujudkan birokrasi yang bersih, berwibawa dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara adil
- Membangun sumber daya manusia yang kreatif, religius, berbudaya dan berdaya saing
- Memajukan perekonomian lokal melalui pengembangan sektor ekonomi unggulan
- Meningkatkan konektifitas wilayah melalui ketersediaan infrastruktur berkualitas yang berwawasan lingkungan
Tujuan dan Sasaran
Tujuan dan sasaran merupakan dampak (impact) keberhasilan pembangunan daerah yang diperoleh dari pencapaian berbagai program prioritas terkait. Tujuan dan Sasaran memliki nilai strategis yang menunjukkan tingkat prioritas tertinggi sebagai dasar penyusunan arsitektur kinerja daerah secara keseluruhan.
Untuk itu, proses penyusunannya harus disesuaikan dengan kriteria-kriteria supaya selaras dengan Visi dan Misi yang di canangkan. Perumusan tujuan dan sasaran merupakan salah satu tahap perencanaan kebijakan (policy planning) yang memiliki kritikal poin dalam penyelengaraan pemerintahan dan pembangunan kedepannya.
Berangkat daripada Visi dan Misi tersebut maka dapat dirumuskan Tujuan dan Sasaran sebagaimana dijelaskan dibawah ini.
Tujuan
Tujuan pelaksanaan masing-masing misi diuraikan sebagaimana dijelaskan dibawah ini:
MISI I : Mewujudkan Birokrasi yang Bersih, Berwibawa, & Responsif dalam Memberikan Pelayanan Kepada Masyarakat Secara Adil . Adapun tujuan yang ditetapkan pada misi pertama adalah:
Meningkatkan Tata Kelola Pemerintah Yang Baik (Good Government) Untuk Meningkatkan Pelayanan Publik.
MISI II : Membangun Sumber Daya Manusia yang Kreatif, Religius, Berbudaya dan Berdaya Saing. Adapun Tujuan yang ditetapkan pada misi kedua adalah:
Meningkatkan Kualitas Pembangunan Manusia yang Berkualitas dan Memiliki Daya Saing Tinggi
MISI III : Memajukan Perekonomian Lokal Melalui Pengembangan Sektor Ekonomi Unggulan. Adapun Tujuan yang ditetapkan pada misi ketiga adalah meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas Yang Bertumpu Pada Sektor Unggulan Yang Strategis.
MISI IV : Meningkatkan Konektifitas Wilayah Melalui Ketersediaan Infrastruktur Berkualitas Yang Berwawasan Lingkungan. Adapun Tujuan yang ditetapkan pada Misi keempat adalah:
Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur Wilayah yang Tangguh, Produktif dan berkelanjutan.
Sasaran
Sasaran dari pelaksanaan Tujuan dari masing-masing misi diuraikan sebagaimana dijelaskan dibawah ini:
Pertama, dalam rangka pencapaian misi kesatu Mewujudkan Birokrasi yang Bersih, Berwibawa dan Responsif dalam Memberikan Pelayanan Kepada Masyarakat Secara Adil maka Tujuan yang ditetapkan adalah Meningkatkan Tata Kelola Pemerintah Yang Baik (Good Government) dan Pelayanan Publik yang Efektif dan Inovatif.
Adapun sasaran yang ditetapkan adalah:
Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja Pemerintah;
Meningkatnya kinerja pelayanan public;
Kedua, dalam rangka pencapaian misi kedua Membangun Sumber Daya Manusia yang Kreatif, Bertaqwa, Berbudaya dan Berdaya Saing maka Tujuan yang ditetapkan adalah Meningkatkan Kualitas Pembangunan Manusia yang Berkualitas dan Berdaya saing. Adapun sasaran yang ditetapkan adalah:
Meningkatnya Kualitas Pendidikan Masyarakat, Meningkatnya Derajat Kesehatan Masyarakat, Meningkatnya Produktifitas dan Keterampilan Kerja, Meningkatnya Pemberdayaan Masyarakat dalam Pembangunan, Meningkatnya Perlindungan terhadap Masyarakat Miskin;
Meningkatnya Kearifan Budaya Lokal, Meningkatnya Ketertiban dan Keamanan Mayarakat.
Ketiga, dalam rangka pencapaian misi ketiga Memajukan Perekonomian Lokal Melalui Pengembangan Sektor Ekonomi Unggulan maka Tujuan yang ditetapkan adalah Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas Yang Bertumpu Pada Sektor Unggulan Yang Strategis.
Adapun sasaran yang ditetapkan adalah :
Meningkatnya Kualitas Produk Unggulan Daerah, Meningkatnya Nilai Tambah Ekonomi.
Keempat, dalam rangka pencapaian misi keempat Meningkatkan Konektifitas Wilayah Melalui Ketersediaan Infrastruktur Berkualitas Yang Berwawasan Lingkungan maka Tujuan yang ditetapkan adalah Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur Wilayah yang Tangguh, Produktif dan berkelanjutan.
Adapun sasaran yang ditetapkan adalah:
Meningkatnya Infrastruktur Wilayah yang terintegrasi dan berkelanjutan, Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana dasar perumahan dan permukiman, Terwujudnya tata ruang yang berdaya guna dan berkelanjutan, Meningkatnya Tata Kelola Lingkungan Hidup yang Lestari, Meningkatnya ketangguhan terhadap bencana
Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran
Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran menjadi tuntutan yang perlu diperhatikan. Konsistensi penjabaran Visi dan Misi kedalam rencana program pembangunan yang tertuang dalam Visi dan Misi yang kami susun jika terpilih sebagai Kepala Daerah terpilih. Berawal dari tuntutan tersebut, maka dapat dijabarkan konsistensi Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran tersebut kedalam gambar matriks di bawah ini.







