NARASITIME.com – Menjelang Pemilu 2024 mendatang, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih menguasai elektabilitas partai politik. Hasil tersebut sekaligus memperkokoh dukungan sebagaimana hasil Pemilu 2019 lalu. Setelah itu diurutan kedua ditempati oleh Gerindra dan disusul Partai Golkar sesudahnya.
“Elektabilitas per hari ini PDIP sedikit turun, Gerindra meningkat tajam dari 11 persen ke 14 persen, Golkar turun dan Demokrat stabil,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat menyampaikan rilis hasil survei secara daring bertajuk Dinamika Elektoral Capres dan Cawapres Pilihan Publik dalam Dua Surnas Terbaru di Jakarta, Minggu (26/3/2023), saat dilansir dari BERITASATU.
PDIP, kata Burhanuddin, memiliki angka elektabilitas 23,5 persen, terpaut cukup jauh dengan Gerindra di urutan kedua dengan tingkat elektabilitas 14 persen dan disusul Golkar 9,6 persen serta Partai Demokrat 9,1 persen.
Hanya saja, tutur Burhanuddin, elektabilitas PDIP sedikit menurun dari 25,9 persen pada Februari 2023 menjadi 23,5 persen di bulan Maret 2023.
Sementara itu, elektabilitas Partai Gerindra mengalami kenaikan signifikan dari 11,8 persen di Februari ke 14 persen di Maret 2023. “Mungkin karena Prabowo yang elektabilitasnya meningkat,” tandas Burhanuddin.
Lebih lanjut, Burhanuddin mengatakan Partai Nasdem juga mengalami kenaikan signifikan dari 5,1 persen di Februari 2023 menjadi 6,3 persen pada Maret 2023. Begitu juga dengan elektabilitas PKS naik dari 4,2 persen pada Februari menjadi 5,8 persen pada Maret 2023.
Partai-partai lain diprediksikan tidak lolos parliamentary threshold atau ambang batas parlemen 4 persen, termasuk PPP dan PAN. Bahkan PAN disalip oleh partai nonparlemen, yakni Perindo dengan angka elektabilitas 2,4 persen.
Sementara elektabilitas PPP berada di angka 2,3 persen dan PAN 2,1 persen. Survei Indikator Politik Indonesia ini dilakukan dua kali yakni pada 9-16 Februari 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 1.220 orang dan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Survei kedua dilaksanakan pada 12-18 Maret 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 800 orang dan margin of error sekitar 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Populasi survei adalah seluruh WNI yang punya hak pilih dengan usia 17 tahun lebih atau sudah menikah. Penarikan sampel sendiri menggunakan metode multistage random sampling dan wawancara tata muka.





