NARASITIME.com, KENDARI — Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) mulai memanaskan mesin politik di Sulawesi Tenggara menjelang Pemilihan Umum 2029. Ketua DPD HANURA Sultra, H. Fajar Ishak Dg Jaya, membidik penguatan struktur organisasi hingga tingkat ranting untuk meningkatkan kesiapan partai menghadapi kontestasi politik mendatang.
Langkah itu mengemuka dalam kegiatan konsolidasi dan rapat teknis Team Task Force HANURA bersama pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Sulawesi Tenggara di salah satu hotel di Kota Kendari, Jumat, 23 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Ketua Umum DPP HANURA sekaligus Ketua Team Task Force, Patrice Rio Capella. Konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya pengurus pusat memperkuat koordinasi dengan jajaran daerah sekaligus memantapkan kesiapan organisasi menghadapi Pemilu 2029.
Fajar mengatakan dukungan dan komunikasi antara pengurus pusat dan daerah penting untuk menjaga soliditas partai. Menurut dia, penguatan organisasi harus menjangkau seluruh tingkatan kepengurusan, mulai dari DPD, DPC, pengurus anak cabang (PAC), hingga ranting.
“Kami berharap dukungan dan komunikasi antara DPP dan pengurus di daerah terus terjaga. Dengan kebersamaan dan kerja sama yang baik, kami optimistis Partai HANURA di Sulawesi Tenggara akan semakin kuat dan mampu memantapkan organisasi hingga ke tingkat paling bawah,” ujar Fajar.
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara itu menyambut baik perhatian DPP terhadap pengurus di daerah. Ia berharap konsolidasi tidak sekadar mempertemukan jajaran pengurus, tetapi juga memperkuat aktivitas organisasi dan mendorong kader menjalankan tugas kepartaian secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, DPP HANURA menyerahkan bantuan operasional kepada DPD dan DPC se-Sulawesi Tenggara. Bantuan itu ditujukan untuk menunjang kegiatan organisasi serta membantu pengurus daerah menjalankan program partai.
“Bantuan operasional ini sangat membantu DPD dan DPC dalam menjalankan kegiatan partai dan memantapkan organisasi. Kami ingin seluruh jajaran pengurus tetap aktif, solid, dan bekerja bersama untuk membesarkan Partai HANURA,” kata Fajar.
Sementara itu, Patrice Rio Capella menegaskan bahwa persiapan menuju Pemilu 2029 harus dilakukan sejak dini. Ia menilai soliditas kepengurusan, koordinasi yang berkesinambungan, dan kerja nyata kader menjadi unsur penting dalam membangun kekuatan partai.
Menurut Patrice, konsolidasi harus ditindaklanjuti dengan program kerja yang terarah dan pelaksanaan tugas organisasi secara optimal. Ia juga menekankan pentingnya kehadiran kader di tengah masyarakat.
“Partai yang kuat adalah partai yang memiliki organisasi yang solid dan pengurus yang aktif bekerja. Karena itu, konsolidasi tidak boleh berhenti pada pertemuan semata, tetapi harus ditindaklanjuti dengan program kerja yang jelas, koordinasi yang baik, serta kehadiran kader di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Patrice berharap dukungan operasional bagi pengurus daerah dapat membantu memperkuat kegiatan partai hingga tingkat bawah. Dengan demikian, seluruh struktur HANURA di Sulawesi Tenggara diharapkan bergerak lebih terarah dalam mempersiapkan agenda politik mendatang.
Konsolidasi tersebut menjadi salah satu upaya HANURA memperkuat fondasi organisasi menjelang Pemilu 2029. Tantangan berikutnya ialah memastikan penguatan struktur kepengurusan berjalan seiring dengan kerja nyata kader dan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.





