NARASITIME.com – Pj Bupati Buton, Drs Basiran, M.Si menghadiri dan menyaksikan pengucapan sumpah pengganti antar waktu (PAW) Ketua DPRD Buton sisa masa jabatan 2019-2024 yang dilaksanakan dalam rapat paripurna DPRD Buton.
Sumpah jabatan diucapkan Wa Ode Nurnia Kahar, menggantikan Hariasi Salad, SH sebagai ketua DPRD Buton sebelumnya. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Buton, Kamis (04/5/2023).
Pj Bupati Buton, Drs. Basiran, M.Si yang hadir menyaksikan pelantikan dan pengambilan sumpah PAW Ketua DPRD Buton, memberi selamat kepada pimpinan yang baru Wa Ode Nurnia Kahar.

Pj Bupati Buton berharap, ketua DPRD Buton yang baru dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pimpinan DPRD Buton, dapat mempertahankan kualitas kinerja sebagaimana yang telah dicapai selama ini.
Selain itu, bersinergi dan saling mendukung dengan baik lembaga eksekutif maupun para pemangku kepentingan agar program kerja dapat dicapai.

“Saya berharap semoga Ketua DPRD dapat mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya. Amanah untuk membangun Buton menjadi lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.
Lebih lanjut Basiran menyampaikan bahwa pemberhentian dan pengangkatan calon pengganti pimpinan DPRD Kabupaten Buton merupakan dinamika sesuai peraturan perundang-undangan. Tidak berdasarkan pengaruh diluar internal lembaga DPRD Buton dan tidak berakibat pecahnya hubungan dengan kelembagaan pemerintah dan Forkopimda Buton.

“Pergantian ketua ini adalah dinamika politik dan biasa terjadi dalam sebuah organisasi dan dalam sejarah akan mencatat pertama kali Ketua DPRD Buton seorang perempuan ini adalah kehendak Allah SWT,” ungkapnya.
Dia berharap, Ketua DPRD dapat mengembang amanah dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab bersama Eksekutif dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun Kabupaten Buton menjadi lebih maju dan sejarah.

Kepada seluruh anggota DPRD Buton, lanjut Basiran diharapkan untuk fokus mempertajam membangun kebersamaan dan harmonisasi antar sesama, tidak justru membuka pintu untuk membahas perbedaan hanya untuk membuang waktu karena saat ini masyarakat menunggu pelayanan pemerintah termaksud didalamnya anggota DPRD Buton.

Lebih lanjut lagi Basiran mengatakan jabatan Ketua DPRD bukanlah sekedar jabatan atau kedudukan tetapi sebuah makna untuk merealisasikan cita-cita bersama untuk sebuah daerah yang lebih maju lebih sejahtera dan lebih bermartabat.
“Untuk itu kiranya pimpinan yang baru dilantik dapat menjalankan tugas mulia ini dengan melibatkan semua elemen politik dan masyarakat yang ada di Kabupaten Buton bukan dengan mempertajam perbedaan, tetapi mencari persamaan serta untuk membuka bekerjasama dengan harmonis,” harapnya kembali.
“DPRD diharapkan dapat memperkuat fungsi legislasi, pengawasan dan anggaran. Ketiga fungsi ini harus berjalan seiring dan saling mendukung,” jelasnya.

Olehnya itu, Penjabat nomor satu di Kabupaten Buton ini mengajak kepada semua elemen untuk bergandengan tangan dan merapatkan barisan mengawal kepentingan masyarakat agar dicintai masyarakat dan bergandengan tangan dengan pemerintah daerah.
Rapat paripurna tersebut dipimpin Wakil Ketua l DPRD Buton La Ode Rafiun, didampingi Wakil Ketua II Lisna serta dihadiri para anggota DPRD Buton, Pj Bupati Buton, Forkopimda, para Camat, Kades, Lurah, Tokoh Agama, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat dan para pimpinan partai.
Dalam pidato pengantarnya, La Ode Rafiun mengharapkan agar kekompakan antara DPRD, Eksekutif dan Forkopimda dalam melakukan perannya dapat berjalan dengan baik.

“DPRD mitra pemerintah juga rumah rakyat sehingga seluruh dinamika yang ada di masyarakat senantiasa menimbulkan pro kontra didalam masyarakat, sehingga dibutuhkan peran dari Pj Bupati, Forkopimda bersama DPRD agar dapat menjawab dinamika tersebut,” ungkap Rafiun.
Kata dia, Pj Bupati Buton harus lebih peka dalam menghadapi kondisi yang terjadi. Semboyan Buton Selalu Dihati harus ditanamkan juga rasa cinta karena hanya cinta yang mampu mendamaikan hati.
“Diharapkan mampu membentuk pemerintahan yang baik, jaga suasana yang kondusif serta tidak melunturkan nilai budaya yang diwariskan orang tua kita,” tuturnya.

Bahwasanya, lanjut Rafiun Forkopimda telah memiliki legitimasi yang kuat, maka Forkopimda telah mendapat pengakuan sehingga diyakini jika daerah dan Forkopimda kompak dengan DPRD maka yakin akan turun rahmat dari Allah SWT, jika tidak maka bukan rahmat yang didapat tapi melainkan sebaliknya.

“Sekarang tidak ada lagi burung rajawali dan tomi-tomi atau G20. Kita adalah 25 anggota DPRD. Untuk itu mari kita bersama-sama bahu membahu mewujudkan Buton yang kita cintai ini lebih maju dan sejahtera,” harapnya.
“Kelemahan yang selama ini terjadi dalam internal DPRD, mewakili DPRD buton saya mengucapkan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya,” maafnya.
Dalam kesempatannya itu, La Ode Rafiun mengajak seluruh anggota DPRD untuk semakin solid dan bersinergi dengan pemerintah daerah. Kata dia, ucapan dan perbuatan harus seiring agar proses pemerintahan dapat berjalan dengan baik.





