Bupati Alvin: Adhyaksa Sultra Run Bukan Sekadar Lari, Tapi Gerakan Kepedulian Sosial

NARASITIME.com, Kendari — Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, S.H. menghadiri Adhyaksa Sultra Run 2026 di kawasan Eks MTQ Kendari, Minggu, 13 September 2026. Ribuan peserta dari berbagai kalangan ambil bagian dalam kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 tersebut.

Bagi Alvin, kegiatan itu tidak semata-mata tentang olahraga. Menurut dia, Adhyaksa Sultra Run memperlihatkan bagaimana sebuah kegiatan yang sederhana—berlari bersama—dapat dikembangkan menjadi ruang memperkuat hubungan antarlembaga sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Olahraga membuat kita sehat, tetapi yang lebih penting bagaimana kegiatan seperti ini juga membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar Alvin.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, kebersamaan yang tercipta melalui kegiatan olahraga dapat menjadi modal penting dalam membangun kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI-Polri, dunia usaha, dan masyarakat.

Menurut Alvin, pemerintah tidak cukup hanya hadir dalam kegiatan seremonial. Setiap momentum bersama, kata dia, seharusnya dapat diarahkan untuk melahirkan gagasan dan aksi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kalau kita bisa berkumpul, berolahraga, bersilaturahmi, sekaligus membantu masyarakat, tentu nilai kegiatannya menjadi jauh lebih besar,” katanya.

Dari Lintasan Lari ke Bedah Rumah

Adhyaksa Sultra Run 2026 juga dirangkaikan dengan program bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu di 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.

Program tersebut merupakan kolaborasi Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara dan Baznas Sultra. Kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar, sedangkan donasi yang telah terkumpul sekitar Rp6,5 miliar.

Alvin menilai misi sosial tersebut menjadi salah satu hal penting yang membuat Adhyaksa Sultra Run memiliki makna lebih luas.

“Lintasan lari hanya menjadi tempat kita bertemu. Tetapi semangat kepedulian harus dibawa pulang dan diwujudkan dalam kehidupan masyarakat,” ujar dia.

Ia berharap program bedah rumah dapat terus dikawal hingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat penerima.

“Ketika ada masyarakat yang rumahnya belum layak, kemudian kita bersama-sama membantu memperbaikinya, di situlah pemerintah dan seluruh elemen masyarakat menunjukkan kehadirannya,” kata Alvin.

Bupati Buton juga mengapresiasi Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara dan Baznas Sultra yang mengemas kegiatan olahraga dengan gerakan sosial.

Menurut dia, pola kolaborasi semacam itu dapat menjadi contoh bahwa kegiatan publik tidak harus berhenti pada agenda seremonial, melainkan dapat diarahkan untuk menjawab persoalan sosial.

“Semangat seperti ini harus terus kita jaga. Pemerintah daerah tentu mendukung setiap gerakan yang memiliki orientasi pada kesehatan, kebersamaan, dan kepedulian kepada masyarakat,” ujarnya.

Alvin: Kebersamaan Harus Menghasilkan Manfaat

Dalam kegiatan tersebut, Alvin hadir bersama sejumlah kepala daerah dan pejabat di Sulawesi Tenggara. Adhyaksa Sultra Run juga diikuti Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, jajaran Kejaksaan, TNI-Polri, serta masyarakat dari berbagai daerah.

Bagi Alvin, pertemuan lintas sektor seperti ini memiliki arti strategis. Ia menyebut silaturahmi antar pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar koordinasi dan kerja sama pembangunan di Sulawesi Tenggara semakin solid.

“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Pemerintah membutuhkan dukungan semua pihak. Karena itu, ruang-ruang silaturahmi seperti ini penting untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi,” katanya.

Ia menambahkan, kebersamaan antara pemerintah daerah dan institusi lainnya harus diarahkan pada kepentingan yang lebih besar, yakni meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

“Yang kita cari bukan hanya kebersamaan dalam kegiatan, tetapi bagaimana kebersamaan itu menghasilkan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” ujar Alvin.

Adhyaksa Sultra Run 2026 pun menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Buton untuk menunjukkan dukungannya terhadap agenda bersama di tingkat Sulawesi Tenggara.

Alvin berharap semangat yang dibangun melalui kegiatan tersebut tidak berhenti setelah peserta meninggalkan lintasan lari.

“Semoga semangat hari ini tidak selesai ketika kegiatan berakhir. Kita ingin semangat olahraga, silaturahmi dan kepedulian sosial ini terus hidup dalam program dan kerja nyata,” kata dia.

Dengan demikian, Adhyaksa Sultra Run 2026 bukan sekadar perhelatan olahraga. Di balik ribuan langkah peserta di kawasan Eks MTQ Kendari, terdapat pesan tentang pentingnya kolaborasi dan keberpihakan kepada masyarakat—dari menjaga kesehatan hingga membantu warga memiliki hunian yang lebih layak.

Pos terkait