Alvin Akawijaya Putra Kembali untuk Membangun, Sosok Gen Z yang Siap Maju di Pilkada Buton 2024

Bakal Calon Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra. (ist)

NARASITIME.com – Sosok Alvin Akawijaya Putra, SH mencuat di permukaan untuk meramaikan bursa Pilkada Buton bulan November 2024 mendatang.

Pria kelahiran 18 Mei 1996 ini merupakan sosok anak muda yang di idolakan para anak muda gen Z Kabupaten Buton yang telah senter di jagad maya saat-saat ini.

Alumni S1 Fakultas Hukum UGM Yogyakarta ini merupakan sosok pemuda yang ideal dan mumpuni untuk mencalonkan diri sebagai calon Bupati Buton.

Bacaan Lainnya

Meski usianya masih terbilang muda, anak pertama dari mantan Gubernur Sultra Ali Mazi ini memiliki berbagai impian dan program untuk semakin memajukan Kabupaten Buton.

Alvin Akawijaya Putra diyakini bisa memberikan dampak yang baik bagi pembangunan Kabupaten Buton yang berkelanjutan.

Pria yang akrab disapa Alvin ini menilai bahwa untuk membawa perubahan besar terhadap daerah, saatnya pemuda tampil mengambil peran dan tongkat estafet kepemimpinan di Kabupaten Buton.

“Menurut saya, Kabupaten Buton ini harus ada perubahan yang drastis sekali dan saya juga berpikir bahwa saatnya pemuda yang tampil untuk menahkodai Kabupaten Buton dan sudah lama sekali kita dinahkodai oleh senior-senior,” ungkap Alvin dalam siaran Panggung Demokrasi “Mencari Sang Pemimpin” di METRO TV.

Menurutnya, saat ini Kabupaten Buton membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki kualitas integritas yang tinggi, kapasitas keahlian dan intelektual yang cukup mumpuni serta karakter kepentingan yang peduli dan profesional.

Semuanya itu, lanjut Alvin ada di dalam diri pemuda.

“Saya ini masih muda, masih semangat. Saya harap dengan semangat yang membara ini saya bisa membangun Kabupaten Buton dan membawa perubahan besar untuk meraih ke masa keemasannya sendiri karena masih banyak yang harus kita rubah di Kabupaten Buton ini,” ujarnya.

Peraih penghargaan IKA PMII Awards SULTRA tahun 2022 ini mengungkapkan meski dirinya banyak menghabiskan waktu di luar daerah untuk menempuh pendidikan, namun komitmennya kembali membangun kampung halamannya (Kabupaten Buton -red) sangat besar.

“Karena Kabupaten Buton adalah kampung saya, walaupun saya mungkin banyak sekolah di Jawa, bahkan kuliah sampai di Jogja lebih lama juga tapi darah yang mengalir dalam tubuh saya ini adalah darah Buton,” katanya.

“Jadi mungkin ini juga panggilan saya setelah sekian lama merantau mencari ilmu di Jawa, saatnya kembali ke kampung halaman, kita rombak ulang semua yang salah-salah,” tukasnya.

Pos terkait