Sekda Buton: Naikkan Kelas dengan Membaca, Jangan Gagap Ilmu di Tengah Banjir Informasi

NARASITIME.com, Buton — Sekretaris Daerah Kabupaten Buton La Ode Syamsudin menutup rangkaian Lomba Bertutur, Lomba Resensi Buku, Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan, dan Lomba Video Konten Literasi di Aula Gedung Perpustakaan Buton, Pasarwajo, Selasa, 22 September 2026.

Mewakili Bupati Buton, La Ode Syamsudin mengapresiasi pelaksanaan berbagai lomba literasi yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buton sejak Mei 2026. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya membaca sekaligus memperkuat kemampuan generasi muda dalam mengolah informasi.

“Ini merupakan ikhtiar besar untuk menumbuhkembangkan budaya literasi sejak dini. Saya sangat mengapresiasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah yang telah menyelenggarakan kegiatan positif seperti ini,” kata Syamsudin dalam sambutannya.

Bacaan Lainnya

Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada rangkaian perlombaan, tetapi terus digelorakan pada tahun-tahun berikutnya. Bagi Syamsudin, budaya membaca harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda.

“Membaca akan menjadi bekal di kemudian hari. Insya Allah kalau literasi kita lebih kuat, kita berdiskusi dengan siapa pun kita bisa,” ujarnya.

Syamsudin mengatakan pengetahuan tidak cukup diperoleh hanya dari ruang kelas. Buku, menurut dia, menjadi salah satu sumber penting untuk memperluas wawasan dan menaikkan kapasitas diri.

“Tadi ada tambahan 1.000 buku. Alhamdulillah, koleksi saya juga cukup banyak, sekitar 100 atau 200 buku sebagai koleksi pribadi,” katanya.

Ia bahkan mengaku selalu menyempatkan diri mengunjungi toko buku ketika berada di luar daerah untuk memperbarui pengetahuannya.

“Kalau ke luar kota, saya selalu menyempatkan diri ke Gramedia untuk meng-upgrade wawasan saya. Jadi kita harus menaikkan kelas kita dengan apa? Dengan membaca,” kata Syamsudin.

Menurut dia, generasi muda tidak boleh tertinggal dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kita tidak boleh gagap ilmu pengetahuan. Gaptek juga tidak boleh,” ujarnya.

Namun, Syamsudin mengingatkan bahwa kemampuan membaca pada era digital tidak hanya berarti mampu mengakses informasi. Generasi muda juga harus memiliki kemampuan memilah informasi yang diterima.

Ia menyoroti derasnya arus informasi di tengah perkembangan teknologi yang juga membuka ruang bagi penyebaran disinformasi.

“Anak-anakku juga harus bisa melakukan seleksi terhadap informasi. Di tengah himpitan kemajuan dan dinamika teknologi, ini juga disertai dengan berbagai disinformasi yang harus anak-anakku kelola,” katanya.

Karena itu, ia mendorong para pelajar memperbanyak membaca sekaligus membangun ruang diskusi dengan teman sebaya. Menurut Syamsudin, kebiasaan tersebut dapat membantu generasi muda memiliki cara berpikir yang lebih kritis dalam menghadapi berbagai persoalan.

Selain soal literasi, Syamsudin menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda, terutama siswa di wilayah Takimpo dan Kombeli. Ia meminta para pelajar tidak mudah terprovokasi dan tidak terlibat dalam aksi tawuran.

“Perbanyak membaca dan berdiskusi dengan teman-teman. Janganlah mudah terprovokasi untuk ikut tawuran karena pada dasarnya kita semua bersaudara,” kata dia.

Ia mengingatkan bahwa tawuran bukan hanya berpotensi menimbulkan korban luka, tetapi juga dapat membawa konsekuensi hukum dan memengaruhi masa depan pelajar.

“Kalau ikut tawuran, anak-anakku bisa cedera dan akhirnya akan berakibat negatif bagi diri sendiri. Bisa berurusan dengan kepolisian dan pastinya akan memengaruhi masa depan,” ujarnya.

Syamsudin menilai penguatan literasi dan pembentukan karakter harus berjalan beriringan. Menurut dia, generasi muda tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan mengambil keputusan dan menyaring berbagai pengaruh dari lingkungan maupun ruang digital.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba.

Untuk Lomba Bertutur tingkat SD/MI, juara pertama diraih Nur Khalifa Sakhi dari SD Negeri 1 Buton. Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan dimenangi Perpustakaan Desa Sigilaende, Desa Laburunci.

Sementara itu, juara pertama Lomba Resensi Buku tingkat SMP/sederajat diraih Wa Ode Villy Azka Yoriski dari SMPN 1 Buton. Untuk tingkat SMA/sederajat, juara pertama diraih Nadia Herdin dari SMAN 1 Lasalimu Selatan.

Adapun Lomba Video Konten Literasi dimenangi Asrullah melalui karya berjudul “Bukan Sekadar Tempat Membaca.”

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton mendorong perpustakaan dan berbagai aktivitas literasi tidak hanya menjadi ruang penyimpanan buku, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk membaca, berdiskusi, berpikir kritis, dan memperluas wawasan.

Pos terkait