NARASITIME.com, Buton — Pemerintah Kabupaten Buton bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mendorong penguatan kesadaran kesehatan di kalangan remaja melalui program Aksi Bergizi dan pemeriksaan kesehatan gratis di SMAN 12 Buton, Desa Ambuau Indah, Kecamatan Lasalimu Selatan, Selasa, 22 September 2026.
Kegiatan tersebut menyasar para pelajar, khususnya remaja putri, sebagai bagian dari upaya mencegah anemia sejak usia sekolah sekaligus mempersiapkan generasi yang sehat untuk menekan risiko stunting pada masa mendatang.
Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, S.T., yang mewakili Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, mengatakan pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Aksi Bergizi karena pembentukan pola hidup sehat harus dimulai sejak usia remaja.
“Pemkab Buton mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang telah bersama-sama mendorong peningkatan kesadaran kesehatan bagi anak-anak kita,” kata Syarifudin.
Menurut dia, kesehatan remaja tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan kualitas sumber daya manusia pada masa depan.

Karena itu, ia meminta para pelajar membiasakan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta memperhatikan kebutuhan zat besi, terutama bagi remaja putri.
“Pola hidup sehat ini harus menjadi kebiasaan. Mulai dari olahraga, mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, sampai memastikan kebutuhan zat besi terpenuhi,” ujarnya.
Syarifudin secara khusus menyoroti pentingnya konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri. Menurut dia, kebiasaan tersebut merupakan salah satu langkah yang perlu terus didorong untuk mencegah anemia.
“Minum tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil untuk menjaga anemia. Saya kira ini kebiasaan yang sangat bagus sekali untuk terus kita dorong di daerah kita,” katanya.
Ia mengatakan pencegahan anemia pada remaja putri memiliki kaitan dengan upaya membangun kualitas generasi di masa depan. Remaja putri, kata dia, kelak akan menjadi ibu yang memiliki peran penting dalam menentukan kesehatan anak yang dilahirkan.

“Remaja putri ini adalah calon-calon ibu. Karena itu, kesehatan mereka sejak sekarang harus menjadi perhatian. Jangan nanti kita berbicara tentang stunting ketika sudah memiliki anak, sementara persiapannya tidak dilakukan sejak remaja,” kata Syarifudin.
Ia berharap edukasi kesehatan yang diberikan melalui Aksi Bergizi tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pengetahuan yang diperoleh para pelajar diharapkan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita berharap kegiatan hari ini tidak hanya selesai pada kegiatan hari ini. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita memahami apa yang disampaikan, kemudian menjadikannya kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Syarifudin juga menekankan bahwa pencegahan stunting membutuhkan proses panjang dan harus dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu tahap penting dalam proses tersebut adalah memastikan remaja putri memahami pentingnya menjaga kesehatan sebelum memasuki fase kehamilan.
“Pencegahan stunting itu harus dilakukan sejak dini. Bahkan sebelum seorang perempuan menjadi ibu. Karena itu, edukasi kepada remaja putri seperti yang kita lakukan hari ini sangat penting,” katanya.

Menurut Syarifudin, investasi kesehatan pada remaja merupakan bagian dari investasi pembangunan daerah. Generasi yang sehat, kata dia, akan menjadi modal penting bagi Buton dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Kita ingin anak-anak kita tumbuh sehat, memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan, dan nantinya menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi daerah,” tuturnya.
Ia pun berharap para pelajar tidak hanya menerima informasi dari tenaga kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyebarkan kesadaran hidup sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Harapan kita, anak-anak ini bisa menjadi contoh di lingkungannya. Apa yang mereka dapatkan hari ini bisa disampaikan kepada teman, keluarga, dan masyarakat. Dengan begitu, kesadaran tentang kesehatan bisa semakin luas,” ujarnya.
Syarifudin menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendukung program-program yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan masyarakat, terutama yang menyentuh kelompok usia sekolah.

“Kegiatan seperti ini memberikan manfaat positif bagi daerah kita. Kita ingin membangun kesadaran sejak sekarang agar ke depan kita memiliki generasi Buton yang lebih sehat,” katanya.
Kegiatan Aksi Bergizi dan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Buton Ny. Maimuna Moko Syarifudin, Asisten III Sekda Buton Drs. La Ode Muhidin Mahmud, perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala OPD pengampu stunting Kabupaten Buton, Camat Lasalimu Selatan L.M. Hidayat, S.Sos., serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Lasalimu Selatan.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton berharap kesadaran mengenai pentingnya gizi, pencegahan anemia, pemeriksaan kesehatan dan pola hidup sehat semakin tertanam di kalangan pelajar.
Bagi pemerintah daerah, menjaga kesehatan remaja bukan sekadar program kesehatan, melainkan bagian dari upaya mempersiapkan kualitas generasi Buton di masa depan.






