NARASITIME.com – Pj Bupati Buton yang diwakili langsung oleh Sekda Kabupaten Buton Asnawi Jamaluddin, S.Pd, M.Si membuka kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami Kabupaten Buton di Aula Hotel Buton Raya, Jum’at (08/9/2023).
Acara yang diinisiasi oleh Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah lV Makassar ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai instansi di Kabupaten Buton.
Membacakan sambutan kepala BMKG RI, Prof.Ir Dwikorita Karnawati, M.Sc.,Ph. D, Kepala Balai Besar BMKG Wilayah lV Makassar Irwan Slamet, ST, M.Si mengatakan, Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan edukasi kepada masyarakat mengenai potensi gempa bumi dan tsunami di daerahnya sekaligus cara memitigasinya.

Selain itu juga untuk memperkuat BPBD sebagai simpul utama rantai komunikasi di daerah dalam memberikan informasi dan arahan yang benar kepada masyarakat dan SKPD terkait peringatan dini tsunami.
Ia menjelaskan, terdapat beberapa sumber gempabumi yang terdekat dengan Kabupaten Buton. Salah satunya, sesar Buton A yang menurut para ahli memiliki potensi gempabumi dengan kekuatan M 6,5, dan Sesar Buton B yang memiliki potensi Gempabumi hingga M 7.1.
Secara historis, tsunami pernah melanda Kabupaten Buton yang diakibatkan oleh Gempabumi Utara Flores M7.5 pada tahun 1992 dan menghasilkan gelombang tsunami setinggi 1,5 meter di Kabupaten Buton.

“Sepatutnya sejumlah peristiwa gempabumi dan tsunami tersebut menjadi pengingat kita bersama, khususnya masyarakat pesisir Kabupaten Buton, untuk selalu waspada terhadap kemungkinan bencana tsunami yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Pemerintah daerah dan masyarakat pesisir Kabupaten Buton patut belajar dari pengalaman tersebut untuk meminimalisir korban jiwa di masa yang akan datang,” ungkapnya.
Kata dia, kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar untuk memperkuat dan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah sekaligus membangun sikap tanggap gempabumi dan tsunami bagi masyarakat serta sekolah untuk mewujudkan masyarakat siaga di wilayah rawan tsunami Kabupaten Buton.
“Perlu kita tanamkan bahwa membangun kesiapsiagaan adalah upaya yang harus dilakukan bersama antara pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media informasi. Membangun masyarakat siaga tsunami akan dapat diwujudkan dengan cepat apabila kelima komponen tersebut berkomitmen untuk bergotong royong saling berkontribusi,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini BMKG juga akan terus berupaya berkontribusi dalam penyusunan peta bahaya tsunami untuk disosialisasikan kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Peta tersebut sangat penting sebagai acuan mitigasi tsunami untuk keselamatan dan keberlangsungan masyarakat di daerah rawan tsunami.
Peta Bahaya Tsunami juga menjadi acuan bagi masyarakat dalam penentuan rencana evakuasi agar selamat dari bahaya tsunami.
Sementara itu, Sekda Buton Asnawi Jamaluddin mengaku sangat bersyukur adanya Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami karena dapat meningkatkan pemahaman serta membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi gempabumi dan tsunami yang tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BMKG yang telah bersinergi dengan pemerintah daerah Kabupaten Buton melalui jalinan kerjasama yang saling menguatkan,” ucapnya.
Sekda juga meminta agar para peserta yang mengikuti kegiatan itu bisa menerima pendidikan yang sungguh-sungguh agar bisa membantu pemerintah dalam mensosialisasikan terhadap masyarakat akan bahayanya gempabumi dan tsunami.
“Mengingat letak geografis Indonesia yang memiliki kerawanan terhadap gempabumi dan tsunami serta bencana hidrometeorologis, kita semua dituntut untuk selalu siap siaga menghadapi potensi kerawanan tersebut,” ujarnya.

Meskipun demikian, lanjut Asnawi sesungguhnya risiko bencana tersebut dapat kita kurangi apabila kita secara terencana dan terukur melakukan upaya mitigasi yang melibatkan semua pihak termasuk masyarakat.
“Saya yakin seluruh potensi masyarakat Kabupaten Buton mampu bekerja sama melakukan upaya-upaya mitigasi untuk mewujudkan masyarakat siaga gempa dan tsunami,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Sekda berharap BMKG sebagai lembaga yang melakukan monitoring aktivitas kegempaan dan potensi tsunami di Indonesia dapat memberikan pendampingan kepada masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Buton dalam mewujudkan program masyarakat siaga gempabumi dan tsunami lewat kegiatan mitigasi kebencanaan.

“Melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Buton, kami siap untuk melakukan koordinasi intensif dengan BMKG dalam membangun kesiapsiagaan dengan mengimplementasikan hasil dari kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami ini,” tandasnya.
Diakhir kegiatan dilakukan pemukulan gong oleh Sekda Buton, Asnawi Jamaluddin, S.Pd, M.Si, dan secara simbolis pemberian cenderamata dari BMKG Wilayah lV Makassar Kepada Sekda Buton.

Selanjutnya, Sekda Buton bersama Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Makassar, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buton, Koordinator UPT BMKG Sultra, Kepala Stasiun Geofisika Kendari meluncurkan peta evakuasi bencana di Desa Banabungi, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton.





