Hadirkan Narasumber, Mahasiswa KKA Posko Desa Sukamaju Gelar Sosialisasi Kurikulum Merdeka di SDN 107 Buton

Kabid Dikdas Kabupaten Buton dan Kepala SDN 107 Buton berpose bersama dengan Mahasiswa KKA UM Buton Posko Desa Sukamaju.

NARASITIME.com –  Mahasiswa KKA Tematik Angkatan XXV UM Buton Posko Desa Sukamaju, Kecamatan Wolowa, Kabupaten Buton menggelar Sosialisasi Kurikulum Merdeka Belajar di SDN 107 Buton, Kamis (19/10/2023).

Turut hadir dalam kegiatan ini Plt Kadis Pendidikan yang diwakili langsung oleh Kabid Dikdas Halimin, S.Pd, M.Pd, Kepala SDN 107 Buton Anwar, S.Pd, Kades Sukamaju La Heru. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri juga oleh para dewan guru dan seluruh orang tua siswa-siswi SDN 107 Buton.

Selain itu, kegiatan sosialisasi ini mengambil tema “Pengenalan Kurikulum Merdeka Belajar serta Penerapan Project Penguatan Pelajar Pancasila di SDN 107 Buton”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan bapak/ibu guru dan orang tua murid terkait kurikulum merdeka.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia Sosialisasi Mohamad Sudarmin dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjadikan siswa yang memiliki karakter profil pelajar pancasila yang kelak akan berguna untuk masa depan.

“Bersama dengan pemateri dan dewan guru serta orang tua siswa dalam kegiatan sosialisasi ini akan membicarakan berbagai topik yang relevan terkait tentang sosialisasi kurikulum merdeka belajar,” katanya.

Melalui sosialisasi ini, lanjut Mohamad Sudarmin kami berharap dapat memberikan platform yang inspiratif dan edukatif bagi siswa serta orang tua wali di sekolah maupun di luar sekolah.

Kepala SDN 107 Buton Anwar, S.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini murni diselenggarakan oleh mahasiswa KKA Posko Desa Sukamaju yang ketika itu melakukan bincang-bincang bersama dewan guru di sekolah.

Lebih lanjut dikatakan, sosialisasi kurikulum merdeka belajar sejauh ini sudah dilaksanakan oleh SDN 107 Buton, salah satunya adalah mengajarkan anak-anak tentang pembelajaran ketahanan pangan.

“Intinya itu pada dasarnya adalah bagaimana kita bisa membangun pola pikir anak-anak kita, lalu pulang di rumah pun siapa tau bisa menyampaikan ke orang tuanya tentang program ketahanan pangan,” tuturnya.

Selain itu, program selanjutnya ada di sekolah ini adalah tempat pengajian anak (TPA) yang merupakan salah satu program wajib dari kegiatan ekstrakurikuler siswa dalam dunia pendidikan.

“Hal ini tentu merupakan salah satu kewajiban dari sekolah tentang bagaimana untuk dapat meningkatkan ketakwaan siswa salah satunya itu adalah melaksanakan pengajian di sekolah,” ungkapnya.

“Olehnya itu saya harapkan kepada orang tuaku semua bahwa apa yang diprogramkan sekolah tolong kami di support. Selain itu juga ada juga program pramuka yang setiap hari Sabtu dilaksanakan,” sambungnya.

Selanjutnya, Anwar juga meminta kepada orang tua siswa agar selalu melakukan pembinaan terhadap anak-anaknya saat berada di luar sekolah tentang perundungan maupun bullying. Ia juga mengatakan sosialisasi bullying kepada anak-anak kerapkali di laksanakan di sekolah oleh dewan guru.

“Sebelum menutup sambutan saya minta kepada orang tua siswa agar kami diberikan hak untuk mendidik dan menghukum siswa jika ada kesalahan yang dilakukan. Sesungguhnya kami juga sangat menginginkan agar anak-anak disini kedepannya bisa menjadi orang-orang hebat dan berguna bagi nusa dan bangsa,” ujarnya.

“Kalau ada hal-hal yang tidak berkenan di hati bapak ibu sekalian tolong komunikasi dulu dengan pihak sekolah. Mari kita duduk bicarakan dengan baik, apa akar permasalahannya dan bagaimana cara menyelesaikan ini semua sehingga komunikasi kita bangun, kerjasama kita baik dan pendidikan kita bisa maju,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Dikdas Kabupaten Buton Halimin, S.Pd, M.Pd, menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Mahasiswa KKA Posko Desa Sukamaju yang telah menyelenggarakan sosialisasi kurikulum merdeka belajar di SDN 107 Buton.

“Ini perlu apresiasinya yang sangat tinggi dari kami. Kegiatan ini sangat luar biasa karena ini merupakan kegiatan sosialisasi pertama yang kami saksikan di sekolah tentang kurikulum merdeka. Ini sangat kreatif karena hal itu merupakan satu wujud kecintaan mereka terhadap siswa dan masyarakat yang ada di desa ini,” ungkapnya.

Selanjutnya, Halimin memaparkan kurikulum merdeka yang merupakan salah satu kurikulum baru yang diterapkan di sekolah-sekolah serta apa saja penerapan dari project penguatan pelajar pancasila, khususnya di SDN 107 Buton.

“Kurikulum merdeka merupakan hal penunjang pengetahuan guru dan orang tua siswa di SDN 107 Buton. Setiap guru di masa sekarang perlu memahami ketetapan kurikulum baru yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat,” katanya.

Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Desa Sukamaju. Diharapkan pula kedepannya para guru dan tenaga pendidik semakin siap dalam mengimplementasikan semangat belajar.

Pos terkait