Di Tengah Efisiensi Anggaran, Desa Mabulugo Dapat DAK Pengelolaan Sampah dari Pusat

NARASITIME.com, Buton — Pemerintah Desa (Pemdes) Mabulugo, Kecamatan Kapuntori, Kabupaten Buton, memperoleh bantuan fasilitas dan sarana pengelolaan sampah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Buton Tahun Anggaran 2025. Bantuan tersebut diberikan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dijalankan pemerintah.

Kepala Desa (Kades) Mabulugo Nardin, ST menyampaikan menyampaikan bahwa bantuan itu mencakup satu unit motor viar untuk pengangkutan sampah, dua unit mesin pencacah—masing-masing untuk sampah plastik dan bahan kompos—serta pembangunan Tempat Pengolahan Sampah dengan konsep Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R).

“Dukungan dari Dinas PUPR Kabupaten Buton sangat membantu kami dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis partisipasi masyarakat,” ujar Nardin saat dikonfirmasi, Kamis (12/2/2026).

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan, bantuan tersebut bukan bersumber dari Dana Desa, melainkan dari DAK yang dialokasikan melalui Dinas PUPR Kabupaten Buton. Menurut dia, penguatan sarana dan prasarana pengelolaan sampah menjadi bagian penting dari visi pembangunan Desa Mabulugo.

“Penanganan sampah berwawasan lingkungan bukan hanya soal kebersihan, tetapi bagian dari cara membangun desa yang sehat, tertib, dan berkelanjutan,” katanya.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Buton Muhammad Wahyudin menyatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong sistem pengelolaan sampah terpadu di tingkat desa.

Melalui dukungan DAK, kata dia, pemerintah pusat memberi ruang bagi daerah untuk memperkuat infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Kami ingin memastikan desa-desa memiliki fasilitas yang memadai untuk mengelola sampah secara mandiri. TPS-3R ini diharapkan tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi melalui pengolahan plastik dan kompos,” ujar Muhammad Wahyudin.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Dengan adanya bantuan tersebut, Pemerintah Desa Mabulugo berharap kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi sirkular berbasis desa.

Pos terkait