Pembangunan Masjid Alhijrah Mantowu Baru 20 Persen, Kepala Desa Harap Uluran Tangan Dermawan

NARASITIME.com – Pembangunan Masjid Alhijrah di Desa Mantowu, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton masih berjalan lambat. Hingga awal 2026, progres pembangunan rumah ibadah yang mulai dikerjakan sejak 2025 itu baru mencapai sekitar 20 persen.

Minimnya dukungan anggaran membuat pekerjaan konstruksi masjid belum dapat dilanjutkan secara maksimal. Padahal, Masjid Alhijrah direncanakan menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus ruang sosial masyarakat desa.

Kepala Desa Mantowu, Sapril , SH mengatakan pembangunan masjid tersebut murni bertumpu pada swadaya masyarakat dan bantuan sukarela para donatur. Namun, keterbatasan kemampuan warga membuat proses pembangunan berjalan tersendat.

Bacaan Lainnya

“Pembangunan Masjid Alhijrah ini sudah dimulai sejak tahun lalu, tetapi sampai sekarang baru sekitar 20 persen. Kami sangat berharap adanya bantuan dari para dermawan serta perhatian dari pemerintah daerah agar pembangunan bisa dilanjutkan,” kata Kepala Desa Mantowu, saat ditemui di lokasi pembangunan Masjid Alhijrah Mantowu, Minggu (01/2/2026).

Ia menilai kehadiran masjid yang layak menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat pembinaan keagamaan dan penguatan nilai sosial warga.

“Masjid bukan hanya tempat salat, tetapi juga pusat pembinaan umat dan persatuan masyarakat. Karena itu, kami mengajak semua pihak yang memiliki kepedulian untuk ikut membantu menyelesaikan pembangunan ini,” ujarnya.

Sapril berharap adanya kolaborasi antara masyarakat, para dermawan dan pemerintah daerah agar pembangunan Masjid Alhijrah dapat segera dituntaskan dan dimanfaatkan oleh warga.

Bagi dermawan dan donatur yang terpanggil bisa mendonasikan bantuannya langsung ke rekening BRI (panitia pembangunan masjid) dengan nomor 4887-01-055256-53-3 atau dapat menghubungi kontak person:
Aludin. S: 082349602914.

Suarno Arifin, S.Pd: 085240479027,

LM Zainudin: 082296943515.

Pos terkait