NARASITIME.com – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Buton terus memberikan bukti program pemberdayaan yang berdampak peningkatan perekonomian masyarakat daerah.
Hal ini disampaikan Ketua Umum KADIN Buton, LM Sumarlin saat ditemui usai menghadiri kegiatan HUT ke-2 kepemimpinan Anton Timbang sebagai Ketua Umum KADIN Sultra, di salah satu hotel di Kendari, Senin (10/4/2023).
Menurutnya, program pengolahan limbah ikan menjadi tepung atau pakan ternak ayam menjadi salah satu program binaan dari sekian banyak program kerja KADIN Buton.

Dengan para pekerja dari masyarakat sekitar langsung di Sentral Industri Kecil Menengah (IKM) Lipacu Desa Koholimombono Kecamatan Wabula diharapkan mampu mengurangi presentase jumlah pengangguran daerah.
“Jadi program pengolahan limbah ikan pertama adalah program pemberdayaan dari KADIN Buton dengan memanfaatkan sentral IKM Lipacu yang dibangun oleh Pemda yang selama ini tidak dikelola maksimal,” kata LM Sumarlin kepada media.
Hasilnya tidak main-main dengan nilai kadar protein diatas 45 persen hasil uji Lab UHO Kendari belum lama ini, menjadikan pakan ternak produk IKM Lipacu dengan protein tertinggi di Sultra mendapat pesanan mencapi puluhan bahkan ratusan ton setiap bulan.

“Itulah bukti keseriusan saya untuk mewujudkan nilai pendapatan perekonomian daerah khususnya kelompok masyarakat yang bekerja di IKM Lipacu berubah menjadi lebih baik dan otomatis mempengaruhi turunnya angka pengangguran daerah dan laju inflansi yang saat ini menjadi fokus pemerintah,” jelasnya.
Kendati demikian, Sumarlin menjelaskan produk IKM Lipacu sampai saat ini belum memenuhi permintaan karena limbah ikan terbatas. Kata dia, permintaan datang dari kota Baubau, Kendari, Kolaka maupun di luar provinsi seperti di Sumatera itu belum dipenuhi.
“Sementara yang dikerjakan di IKM Lipacu sesuai limbah ikan yang diolah menjadi pakan ternak itu baru berapa ton saja hasilnya, sehingga cepat habis,” cetus Sumarlin.

Ia mengatakan permintaan dipenuhi dalam daerah provinsi Sulawesi tenggara (Sultra) secara keseluruhan mencapai puluhan ton setiap hari, apalagi memenuhi permintaan dari luar negeri.
“Misalkan di India mereka minta 100 ton setiap bulan, coba dibayangkan kalau permintaan itu sesuai limbah ikan yang masuk maka pendapatan kelompok masyarakat di IKM juga berpengaruh naik,” terangnya.
Sumarlin menambahkan kedepan semua pengurus dapat bekerja maksimal. Apalagi Pemda akan memberikan semua sentral industri kecil menengah selain IKM Lipacu di Kecamatan Wabula yang sementara berjalan dikelola KADIN Buton.

Menurut dia, pengelolaan sentral industri di Kapontori juga akan dikelola dalam bentuk perjanjian kerjasama antara Pemda dengan KADIN Buton.
“Dan kerjasama itu akan dibahas hari ini oleh tim internal Pemda. Semoga secepatnya selesai dibahas,” tutup dia.





