NARASITIME.com Buton – Turnamen Futsal Kabawakole Cup VI Antar Desa se-Kabupaten Buton resmi ditutup pada Minggu (21/6/2026) di Lapangan Futsal Kabawakole, Dusun Tanamaeta, Kecamatan Pasarwajo. Kompetisi yang berlangsung sejak 6 Mei 2026 itu sukses menjadi magnet olahraga masyarakat dan menyedot antusiasme ratusan warga dari berbagai desa di Kabupaten Buton.
Sebanyak 37 desa ambil bagian dalam turnamen yang telah menjadi agenda tahunan masyarakat Kabawakole tersebut. Selama lebih dari satu bulan pelaksanaan, pertandingan berlangsung meriah dan menjadi ruang silaturahmi bagi pemuda serta masyarakat dari berbagai wilayah.
Partai penutupan diawali dengan laga perebutan posisi ketiga antara Tanamaeta FC dan Tolando FC. Tanamaeta FC berhasil mengamankan posisi ketiga, sementara Tolando FC harus puas menempati peringkat keempat.
Adapun laga final mempertemukan Wasaga FC dan Nambosara FC. Kedua tim tampil ngotot sejak menit awal dan saling jual beli serangan. Hingga waktu normal berakhir, skor masih sama kuat 2-2 sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam adu penalti yang berlangsung menegangkan, Wasaga FC tampil lebih tenang dan berhasil mengunci kemenangan dengan skor 3-2. Hasil tersebut mengantarkan Wasaga FC keluar sebagai Juara I Kabawakole Cup VI, sementara Nambosara FC harus puas sebagai runner-up.
Acara penutupan turut dihadiri Ketua KONI Kabupaten Buton Sabarudin Paena, Kepala Desa Kabawakole La Ode Masa, Camat Pasarwajo, Kapolsek Pasarwajo, Ade Darman, perangkat desa, serta tokoh masyarakat yang memadati tribun lapangan. Dukungan Ketua KONI Kabupaten Buton terhadap pelaksanaan Kabawakole Cup VI tidak hanya ditunjukkan melalui kehadirannya pada penutupan turnamen.

Menjelang penutupan turnamen, Ketua KONI Buton, Sabarudin Paena, menyampaikan pesan dan salam dari Bupati Buton, La Ode Alvin Akawijaya Putra. Ia menjelaskan bahwa Bupati belum berkesempatan hadir pada pembukaan kegiatan karena harus menjalankan agenda pemerintahan yang telah terjadwal sebelumnya.
Sabarudin mengatakan, Bupati memberikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen tersebut dan berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga semangat kebersamaan yang telah terbangun selama kompetisi berlangsung.
Menurutnya, Bupati juga berpesan agar ajang olahraga seperti ini tidak hanya menjadi sarana mencari juara, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta mendorong lahirnya bibit-bibit atlet potensial dari desa.
“Beliau menitipkan salam kepada seluruh masyarakat Kabawakole dan berharap turnamen ini berjalan lancar hingga selesai serta membawa dampak positif bagi masyarakat,” ujar Sabarudin.
Sabarudin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Kabawakole, panitia pelaksana, peserta, dan seluruh masyarakat yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Menurut dia, keberhasilan Kabawakole Cup hingga memasuki edisi keenam merupakan bukti nyata komitmen masyarakat dalam membangun olahraga dari tingkat desa.
“Enam kali pelaksanaan bukanlah perjalanan yang singkat. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kabawakole memiliki semangat dan komitmen yang kuat untuk terus memajukan olahraga. Saya mengapresiasi pemerintah desa, panitia, dan seluruh elemen masyarakat yang mampu menjaga konsistensi turnamen ini hingga menjadi salah satu kompetisi futsal yang paling dinanti di Kabupaten Buton,” kata Sabarudin.
Menurut dia, dukungan yang diberikannya sejak awal merupakan bentuk kepedulian terhadap pembinaan olahraga masyarakat. Ia menilai pembinaan atlet tidak bisa hanya mengandalkan organisasi olahraga, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Ini merupakan bentuk dukungan dan kepedulian kami terhadap kegiatan olahraga masyarakat. Saya percaya bahwa pembinaan olahraga tidak hanya menjadi tanggung jawab organisasi olahraga, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak. Ketika mendapat informasi mengenai turnamen ini, saya merasa perlu ikut berpartisipasi dan memberikan dukungan sesuai kemampuan,” ujarnya.
Sabarudin mengatakan semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Kabawakole menjadi modal penting dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat di Kabupaten Buton. Menurut dia, antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi bukti bahwa olahraga masih menjadi sarana efektif untuk mempererat persaudaraan.
“Saya melihat antusiasme masyarakat sangat besar. Karena itu, kegiatan seperti ini patut mendapat dukungan bersama. Harapan kami, Kabawakole Cup dapat terus berkembang dan menjadi salah satu turnamen futsal bergengsi yang mampu melahirkan atlet-atlet potensial dari desa-desa di Kabupaten Buton,” katanya.
Menurut dia, turnamen antar desa seperti Kabawakole Cup memiliki peran strategis dalam pembinaan atlet usia muda. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi wadah pencarian bakat yang dapat menjadi aset olahraga Kabupaten Buton di masa mendatang.

“Kami melihat banyak pemain muda berbakat selama turnamen berlangsung. Mereka memiliki kemampuan yang baik dan potensi besar untuk berkembang. Dari lapangan-lapangan desa seperti inilah biasanya lahir atlet-atlet yang kelak mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Sabarudin mengatakan KONI Buton akan terus mendukung penyelenggaraan kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat secara luas. Menurut dia, olahraga bukan hanya tentang mengejar prestasi, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, disiplin, dan semangat persaudaraan.
“Turnamen ini bukan semata-mata soal siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini mampu mempererat silaturahmi antar desa, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan sportivitas di kalangan generasi muda. Nilai-nilai seperti inilah yang harus terus dijaga,” katanya.
Ia juga mengingatkan para pemain agar tidak berhenti berlatih setelah kompetisi berakhir. Menurut dia, kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari proses pembelajaran dalam olahraga.
“Kepada tim yang menjadi juara saya ucapkan selamat. Kepada tim yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Teruslah berlatih dan tingkatkan kemampuan. Jadikan turnamen ini sebagai pengalaman berharga untuk meraih prestasi yang lebih besar di masa depan,” ujar Sabarudin.
Sementara itu, Kepala Desa Kabawakole, La Ode Masa, mengaku bangga atas suksesnya penyelenggaraan Kabawakole Cup VI. Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat dan peserta menjadi bukti bahwa olahraga masih menjadi pemersatu yang efektif di tengah kehidupan sosial masyarakat desa.
“Kami bersyukur kegiatan ini dapat berjalan dengan baik sejak pembukaan hingga penutupan. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa dan seluruh pertandingan berlangsung dalam suasana yang aman, tertib, dan penuh semangat persaudaraan,” kata La Ode Masa.

Menurut dia, kehadiran 37 desa peserta menunjukkan bahwa Kabawakole Cup telah berkembang menjadi ajang olahraga yang mendapat tempat di hati masyarakat Kabupaten Buton. Pemerintah desa berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan generasi muda.
“Kami ingin Kabawakole Cup tidak hanya menjadi turnamen tahunan, tetapi juga menjadi ruang bagi pemuda untuk mengembangkan bakat dan menjauhkan diri dari hal-hal negatif. Olahraga adalah salah satu cara terbaik untuk membangun generasi muda yang sehat, disiplin, dan berprestasi,” ujarnya.
La Ode Masa juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Ketua KONI Kabupaten Buton yang sejak awal memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen.
“Kami berterima kasih kepada Ketua KONI Kabupaten Buton yang telah hadir dan memberikan dukungan nyata sejak pembukaan kegiatan. Bantuan yang diberikan menjadi penyemangat bagi panitia dan masyarakat untuk menyukseskan turnamen ini hingga selesai,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, aparat keamanan, sponsor, tokoh masyarakat, dan para peserta yang telah mendukung kesuksesan kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Desa Kabawakole, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras. Keberhasilan ini bukan keberhasilan satu atau dua orang, tetapi keberhasilan seluruh masyarakat Kabawakole yang bersama-sama menjaga dan menyukseskan turnamen ini,” ujarnya.
Penanggung jawab kegiatan, Dedi Sasno Hajar, mengatakan keberhasilan Kabawakole Cup VI merupakan hasil kerja sama berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan turnamen sejak awal hingga akhir.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Kami sangat bersyukur karena seluruh pertandingan dapat terlaksana dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Ini menunjukkan bahwa olahraga benar-benar menjadi kebutuhan dan kebanggaan bersama,” kata Dedi.
Menurut dia, tingginya jumlah peserta yang mencapai 37 desa menjadi motivasi bagi panitia untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang.
“Kami ingin Kabawakole Cup terus berkembang dan menjadi turnamen yang semakin baik setiap tahunnya. Kepercayaan yang diberikan peserta harus kami jawab dengan penyelenggaraan yang lebih profesional dan berkualitas,” ujarnya.

Dedi juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua KONI Kabupaten Buton yang memberikan perhatian besar terhadap kegiatan tersebut sejak awal pelaksanaan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua KONI Kabupaten Buton yang telah memberikan dukungan moril maupun bantuan langsung kepada panitia. Dukungan itu menjadi energi tambahan bagi kami untuk memastikan turnamen berjalan sukses hingga penutupan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama penyelenggaraan turnamen bukan sekadar mencari juara, melainkan menghadirkan ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan energi mereka melalui olahraga.
“Kami melihat bagaimana turnamen ini mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai desa dalam suasana yang penuh persaudaraan. Semangat kebersamaan itulah yang ingin terus kami jaga dan wariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Dedi.
Pada kesempatan tersebut, panitia menyerahkan piala, medali, dan uang pembinaan kepada para pemenang. Penghargaan individu juga diberikan kepada Bastian dari Tanamaeta FC sebagai pemain terbaik turnamen dan Alwan dari Nambosara FC sebagai pencetak gol terbanyak.
Berakhirnya Kabawakole Cup VI menandai berakhirnya rangkaian kompetisi yang selama lebih dari satu bulan menjadi pusat perhatian masyarakat. Di balik persaingan yang tersaji di lapangan, turnamen tersebut meninggalkan pesan tentang pentingnya sportivitas, persaudaraan, dan semangat membangun prestasi olahraga dari desa untuk Kabupaten Buton.





