NARASITIME.com – Terdapat banyak tantangan tersendiri bagi Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 107 Buton, Anwar, S.Pd untuk menyediakan layanan pendidikan yang baik, terutama di daerah pedesaan terpencil.
SDN 107 Buton merupakan salah satu sekolah yang letaknya berada di Desa Sukamaju, Kecamatan Wolowa, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra). Berstatus yayasan saat pertama kali didirikan tahun 2003, selanjutnya berubah menjadi SDN di tahun 2006.

Hingga kini, walaupun akses ke pendidikan dasar di Indonesia telah mencapai partisipasi universal. Salah satunya kualitas layanan pendidikan dan hasil belajar peserta didik di SDN 107 Buton masih terbilang rendah.
Tentu saja, itu bukanlah suatu perkara mudah bagi seorang Kepala SDN 107 Buton untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolahnya. Namun, perlahan tapi pasti, dibawah tangan dinginnya, Anwar mampu memberikan kontribusi positif bagi para guru-guru dalam meningkatkan semangat belajar bagi peserta didik.

Tak hanya itu, dengan inovasi dan kreativitas yang dimilikinya, Anwar kembali menghadirkan metode belajar mengajar di luar kelas/sekolah (Outdoor Study) di Halaman SDN 107 Buton. Metode ini merupakan suatu pembelajaran yang aktivitas belajarnya berlangsung di luar kelas/sekolah.
“Metode pembelajaran di luar kelas merupakan upaya mengajak lebih dekat dengan sumber belajar yang sesungguhnya, yaitu alam dan masyarakat. Siswa diarahkan untuk melakukan aktivitas yang bisa membawa mereka pada perubahan perilaku terhadap lingkungan sekitar,” ungkap Anwar kepada media Narasitime.com, Kamis (02/11/2023).

Lebih lanjut dikatakan, kegiatan belajar mengajar tidak hanya bisa diselenggarakan di dalam kelas, melainkan juga di luar kelas. Menurutnya, kini guru semakin dituntut untuk bisa memberikan metode pembelajaran yang inovatif dan bermakna bagi peserta didik sehingga mereka tidak mengalami kejenuhan dalam belajar.
“Tentu saja pembelajaran di luar kelas adalah metode dimana guru mengajak peserta didik belajar di luar kelas untuk melihat peristiwa langsung di lapangan dengan tujuan untuk mengakrabkan peserta didik dengan lingkungannya dengan tujuan untuk melibatkan pengalaman langsung serta menantang semangat petualangan siswa agar lebih akrab terhadap lingkungan dan masyarakat,” katanya.

Anwar kembali menuturkan, tujuan pembelajaran di luar kelas/sekolah, diantaranya membuat setiap individu memiliki kesempatan unik untuk mengembangkan kreativitas dan inisiatif personal, membantu mewujudkan potensi setiap individu agar jiwa, raga dan spiritnya dapat berkembang optimal.
Selain itu, memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk merasakan secara langsung terhadap materi yang disampaikan, memungkinkan siswa mengembangkan keterampilan dan ketertarikan terhadap kegiatan-kegiatan luar kelas dan memberikan kontribusi untuk membantu mengembangkan hubungan guru-murid yang lebih baik melalui berbagai pengalaman di alam bebas.

“Semua itu kita berikan kesempatan untuk belajar dari pengalamannya siswa secara langsung sehingga mereka dapat memanfaatkan
sumber-sumber yang berasal dari lingkungan dan komunitas sekitar untuk pembelajaran,” ujarnya.
Dengan adanya metode belajar di luar kelas/sekolah itu, Anwar berharap bisa mengoptimalkan potensi peserta didik yang dimiliki. Kemudian dengan aset yang dimiliki sekolah, pihaknya juga bisa mengambangkan pembelajaran yang lebih inovatif dan berdampak pada murid.






